Berita

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto melakukan ziarah ke makam Presiden Pertama RI, Bung Karno. (Foto: Dok. PDIP)

Politik

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

MINGGU, 08 NOVEMBER 2026 | 03:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto berziarah ke makam Presiden Pertama RI, Soekarno atau Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Sabtu, 7 November 2026.

Ia melakukannya menjelang Hari Pahlawan 10 November, sekaligus tidak jauh dari putusan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung (MA) terkait keabsahan dokumen persyaratan pencalonan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Usai berziarah, Hasto mengungkapkan bahwa ziarah ini dilakukan secara khusus menyongsong momentum Hari Pahlawan guna meneguhkan kembali spirit awal pendirian Republik Indonesia.


"Dalam rangka peringatan Hari Pahlawan untuk menggelorakan kembali bahwa Republik Indonesia ini dibangun dengan cita-cita besar untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, yang berdaulat, yang berpihak kepada rakyat marhaen, rakyat yang tertindas, yang diperlakukan tidak adil," kata Hasto kepada wartawan, Sabtu, 7 November 2026.

Politisi asal Yogyakarta ini menegaskan, kemerdekaan Indonesia ditebus dengan tetesan darah serta pengorbanan teramat besar dari para pahlawan kusuma bangsa.

Oleh karena itu, pengorbanan luhur tersebut pantang disia-siakan dan harus diterjemahkan ke dalam tata kelola pemerintahan yang berpihak sepenuhnya pada kepentingan rakyat.

"Pengorbanan ini tidak boleh disia-siakan dan harus dijabarkan dalam suatu tata pemerintahan negara di mana seluruh kebijakan-kebijakan yang diambil harus diupayakan untuk mewujudkan seluruh cita-cita proklamasi," kata Hasto.

Di depan pusara Sang Putra Fajar, Hasto mengaku turut memanjatkan doa khusus agar bangsa Indonesia dijauhkan dari anasir-anasir kekuasaan yang manipulatif dan menyimpang dari rel moralitas.

Hasto pun mengingatkan seluruh pejabat publik di Tanah Air agar tidak terjebak pada syahwat kekuasaan pribadi maupun kelompok. Makna kekuasaan yang sejati, kata dia, adalah pengabdian yang berakar pada norma-norma luhur Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

"Keteladanan dari moral, etika, menjunjung tinggi hukum, dan berjuang bagi keadilan serta kemakmuran rakyat, itu seharusnya yang menjadi pegangan seluruh pejabat negara," demikian Hasto.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya