Berita

Mahasiswa se-Jabodetabek menggelar pembacaan pernyataan sikap di Monumen Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Mahasiswa se-Jabodetabek Dukung Polri Tegakkan Hukum Tanpa Tebang Pilih

SABTU, 07 NOVEMBER 2026 | 23:13 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November mendatang, sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Jabodetabek menggelar pembacaan pernyataan sikap di Monumen Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam pernyataan sikap tersebut, para mahasiswa menyampaikan dukungan kepada institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), khususnya Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, untuk terus menjalankan penegakan hukum secara adil, tegas, merata, dan tanpa tebang pilih.

"Hukum harus menjadi panglima tertinggi tanpa memandang status, jabatan, maupun latar belakang seseorang," kata Ketua Keluarga Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (KM UKI), Jeremi Sianturi, dikutip Sabtu 7 November 2026.


Dalam pernyataannya, mahasiswa menyebut dukungan terhadap Polri diberikan selama institusi tersebut hadir dan bekerja bersama masyarakat. 

Mereka menilai kehadiran Polri dapat dirasakan melalui berbagai kegiatan pelayanan, mulai dari membantu korban banjir dan bencana, mengawal arus mudik dan balik, hingga membuka ruang dialog dengan mahasiswa.

Mahasiswa juga menyoroti pendekatan humanis aparat kepolisian dalam mengamankan aksi demonstrasi, serta peran Bhabinkamtibmas yang dinilai menjadi penghubung sekaligus sahabat masyarakat.

"Menegaskan bahwa mahasiswa bukanlah lawan Polri, melainkan mitra perjuangan dalam menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan demokrasi," kata Jeremi.

Di sisi lain, para mahasiswa mengecam segala bentuk provokasi dan tindakan perusakan fasilitas umum yang dinilai dapat merusak demokrasi serta memecah belah persatuan bangsa.

Mereka turut mengajak seluruh elemen mahasiswa se-Jabodetabek untuk menjadi mitra kritis dan konstruktif Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

"Bahwa perjuangan generasi muda saat ini tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, melainkan melalui gagasan, dialog, dan keteladanan," kata Jeremi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya