Berita

(Foto: Dok. PLN)

Olahraga

8 Ribu Pelari Siap Ramaikan PLN Electric Run 2026

SABTU, 07 NOVEMBER 2026 | 19:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Euforia ajang lari tahunan PLN Electric Run 2026 kian terasa menjelang hadirnya 8 ribu pelari di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada Minggu 8 November 2026. 

Mengawali antusiasme tersebut, PLN resmi membuka pengambilan paket lomba (race pack collection) mulai Jumat, 6 November 2026 hingga hari ini, Sabtu, 7 November 2026 di Senayan Park Ground Floor, Jakarta Pusat.

Para peserta Half Marathon 21K, Star Energy Geothermal 10K, dan MCI 5K dapat mendatangi lokasi penukaran mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB dengan menunjukkan bukti pendaftaran resmi dari aplikasi PLN Mobile. 


Paket perlengkapan lari yang disiapkan mencakup jersey, nomor BIB, tote bag, serta dukungan produk hidrasi dan nutrisi lengkap dari para sponsor.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyampaikan bahwa PLN Electric Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga untuk mengampanyekan gaya hidup sehat, tetapi juga momentum untuk mempererat kebersamaan dan membangun semangat positif melalui olahraga. 

Menurutnya, antusiasme ribuan peserta yang akan berpartisipasi menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat terus meningkat.

“PLN Electric Run merupakan wujud komitmen PLN dalam mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan yang positif,” ujar Gregorius.

Lebih lanjut, Gregorius mengingatkan bahwa keberhasilan mengikuti perlombaan tidak semata-mata diukur dari kecepatan atau pencapaian waktu terbaik, tetapi juga dari kemampuan setiap peserta menjaga kondisi fisik dan menyelesaikan lomba dengan aman. 

Karena itu, ia mengimbau seluruh pelari untuk mengenali batas kemampuan tubuh masing-masing, mengatur ritme berlari, serta tidak memaksakan diri apabila mengalami kendala fisik selama perlombaan.

“Saya berharap para pelari bisa mengukur kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing, tidak memaksakan diri, serta tetap memperhatikan kondisi tubuh selama berlari. Semoga semuanya berjalan lancar dan seluruh peserta dapat finish strong,” ucap Gregorius.

Dirinya menambahkan, keseruan perlombaan tahun ini juga semakin istimewa berkat pengakuan resmi World Athletics Road Race Label 2026 yang disematkan pada kategori Half Marathon. 

Standar internasional tersebut memberikan jaminan mutu lintasan yang presisi, steril, dan kompetitif bagi seluruh peserta, mulai dari pelari rekreasional hingga atlet profesional. Kontur rute kawasan BSD yang relatif datar juga sangat ideal untuk memburu rekor waktu pribadi (personal best). 

Selain mengukur elevasi lintasan, lanjut Gregorius, pihak penyelenggara juga memberlakukan batas waktu ketat melalui Cut-Off Point (COP) dan Cut-Off Time (COT) demi keselamatan dan ketertiban seluruh peserta.

“Untuk cut-off point kategori Half Marathon, kami menetapkannya di kilometer 12 dengan batas waktu 120 menit. Waktu tersebut dihitung dari sejak pelari terakhir mulai berlari. Sementara itu, untuk cut-off time secara keseluruhan adalah empat jam,” ungkap Gregorius.

Dalam penyelenggaraan kali ini, kenyamanan pelari juga diperkuat dengan penyiagaan fasilitas mitigasi cuaca, mencakup water station di setiap dua kilometer, area pendingin water mist, hingga 13 tenda medis satelit di sepanjang jalur. 

"Kami mengimbau seluruh peserta dapat mengoptimalkan sarana hidrasi yang tersedia dan segera berkomunikasi dengan tim medis jika mengalami kendala fisik di lintasan," ujar Gregorius.

Sementara itu, antusiasme juga dirasakan oleh salah satu atlet lari nasional, Rikki Marthin Simbolon, yang siap bersaing dan telah mengasah performanya secara intensif menyongsong PLN Electric Run 2026. 

Dirinya yakin persaingan ketat akan terjadi pada ajang lari kali ini karena seluruh peserta juga telah mempersiapkan dirinya masing-masing.

“Persiapannya tentu bukan hanya dilakukan oleh saya, tetapi juga seluruh atlet yang ikut meramaikan PLN Electric Run. Saya yakin semuanya sudah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari,” terang Rikki.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya