Berita

Ilustrasi

Bursa

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

SABTU, 07 NOVEMBER 2026 | 15:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin mulai menunjukkan penguatan setelah tekanan jual di pasar kripto mereda.  

Dikutip dari CoinMarketCap, Sabtu, 7 November 2026, dalam 24 jam terakhir, Bitcoin naik 0,76 persen ke level 75.928 Dolar AS. Kenaikan ini sedikit lebih tinggi dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan yang hanya tumbuh 0,51 perssn.

Penguatan tersebut terutama didorong oleh berkurangnya tekanan jual dari perdagangan derivatif. Open interest atau jumlah kontrak berjangka Bitcoin yang masih terbuka turun 6,18 persen menjadi 356,74 miliar Dolar AS dalam 24 jam. Pada saat yang sama, nilai likuidasi Bitcoin merosot 83,62 persen menjadi 54,85 juta Dolar AS.


Penurunan tersebut mengindikasikan banyak posisi perdagangan dengan leverage atau dana pinjaman telah ditutup. Kondisi ini mengurangi risiko penjualan paksa yang sebelumnya membebani harga Bitcoin. Sementara itu, tingkat pendanaan (funding rate) masih positif di angka 0,008 persen, menandakan sentimen pelaku pasar cenderung netral hingga sedikit optimistis.

Di sisi lain, pergerakan Bitcoin masih sejalan dengan pasar saham Amerika Serikat (AS). Korelasi Bitcoin dengan indeks S&P 500 mencapai 91,2 persen dalam tujuh hari terakhir. Artinya, pergerakan Bitcoin belakangan ini cukup erat mengikuti sentimen di pasar saham, terutama di tengah upaya pemulihan aset berisiko setelah tekanan jual pada saham teknologi. Namun, sejumlah analis menilai penguatan tersebut lebih mencerminkan kelegaan sementara daripada tanda pembalikan tren secara penuh.

Secara teknikal, Bitcoin sedang menguji sejumlah level harga penting. Area 76.540 Dolar AS menjadi resistensi terdekat karena bertepatan dengan indikator rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 200 hari. Jika mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, Bitcoin berpeluang melanjutkan kenaikan menuju 77.900 Dolar AS. Sebaliknya, level 75.300 Dolar AS menjadi area penopang terdekat, diikuti 74.000 Dolar AS jika tekanan jual kembali meningkat.

Selain level teknikal, pergerakan dana pada ETF Bitcoin spot di AS juga menjadi perhatian investor. Pada 6 November, produk investasi tersebut mencatat arus keluar bersih sebesar 411,92 juta Dolar AS. Kondisi ini menunjukkan minat investor institusi masih perlu diperkuat. Aliran dana masuk yang konsisten dinilai penting agar kenaikan harga Bitcoin memiliki dukungan lebih kuat dan berpeluang berlanjut.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya