Berita

Ilustrasi (Gambar: Gemini)

Bursa

Sari Roti Bersiap Hapus 8,31 Persen Saham, Porsi Indoritel Makin Besar

SABTU, 07 NOVEMBER 2026 | 14:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) atau Sari Roti bersiap melakukan aksi korporasi dengan menghapus sekitar 514 juta saham hasil pembelian kembali (buyback) atau saham treasuri. 

Langkah ini akan mengubah komposisi kepemilikan saham perseroan, termasuk meningkatkan porsi kepemilikan pemegang saham utama.

Manajemen Sari Roti menyebutkan, penarikan saham treasuri tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas perdagangan saham sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.


"Penarikan saham treasuri ini sebagai upaya untuk menjaga stabilitas perdagangan saham di pasar modal dan meningkatkan kepercayaan investor, serta langkah awal meningkatkan free float saham perseroan," kata manajemen Sari Roti dalam keterbukaan informasi yang dikutip Sabtu 7 November 2026.

Saham yang akan dihapus berasal dari hasil buyback yang dilakukan perseroan sepanjang 2021-2025. Dalam periode tersebut, Sari Roti telah membeli kembali sekitar 564 juta saham. Dari jumlah itu, sebanyak 50 juta saham telah dialokasikan untuk program Management and Employee Stock Option Program (MESOP), sedangkan sekitar 514 juta saham sisanya akan ditarik.

Jumlah saham yang akan dihapus setara dengan 8,31 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan, dengan nilai nominal mencapai Rp10,28 miliar.

Perseroan tidak mengungkapkan harga rata-rata pembelian saham tersebut. Namun, jika mengacu pada harga saham ROTI saat ini di level Rp476 per saham, nilai 514 juta saham itu setara dengan sekitar Rp244,76 miliar.

Penghapusan saham treasuri juga akan berdampak pada persentase kepemilikan para pemegang saham. Dengan berkurangnya jumlah saham beredar, porsi kepemilikan pemegang saham yang tersisa secara persentase akan meningkat meskipun jumlah saham yang dimiliki tidak berubah.

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk selaku pemegang saham utama sekaligus pengendali, misalnya, akan mengalami peningkatan porsi kepemilikan dari sebelumnya 24,17 persen menjadi 28,11 persen.

Sementara itu, kepemilikan Demeter Indo Investment Pte. Ltd juga akan meningkat dari 22,16 persen menjadi 24,17 persen.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Sari Roti akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2026. Pemegang saham yang berhak menghadiri rapat harus tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan paling lambat 20 November 2026.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya