Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam persidangan perkara dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis, 5 November 2026 (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Politik

Soal Polemik Ijazah Jokowi, Akademisi Unair Ingatkan Kepercayaan Politik Ada di Warga

SABTU, 07 NOVEMBER 2026 | 14:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polemik ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) telah berkembang menjadi persoalan yang lebih luas, terutama menyangkut kepercayaan politik.

Pesan itu disampaikan oleh Akademisi Universitas Airlangga (Unair), Suko Widodo terkait kehadiran Jokowi dalam persidangan sebagai saksi dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Kamis, 5 November 2026.

"Polemik ini telah bergeser dari persoalan administratif menjadi persoalan kepercayaan politik," kata Suko dalam keterangannya, Sabtu, 7 November 2026.


Kepercayaan politik publik terhadap Jokowi juga bisa dipengaruhi dari rekam jejak kepemimpinan dalam membentuk reputasi seorang tokoh. 

Maka dari itu, publik diajak melihat secara objektif hasil-hasil kerja selama 10 tahun belakang saat Jokowi memimpin Indonesia.

"Rekam jejak dapat menopang reputasi, tetapi tidak menggantikan kewajiban memberikan klarifikasi yang kredibel," tegasnya.

Itu sebabnya, Suko menilai penyikapan terhadap polemik ijazah Jokowi pun perlu pendekatan komunikasi yang mengutamakan keterbukaan informasi dan konsistensi penjelasan.

"Respons perlu mengutamakan keterbukaan yang proporsional, konsistensi informasi, dan penghormatan terhadap proses hukum," ujarnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya