Berita

Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian, Sri Bimo Pratomo. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Industri

Industri Petrokimia RI Terancam Banjir Impor Murah, Investasi Bisa Mandek

SABTU, 07 NOVEMBER 2026 | 11:56 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Banjir produk petrokimia impor berharga murah mengancam daya saing industri dalam negeri sekaligus berpotensi menghambat investasi baru di sektor hulu. 
Kondisi ini terjadi ketika pasar global mengalami kelebihan pasokan dan produsen luar negeri mencari pasar ekspor, termasuk Indonesia.
Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian, Sri Bimo Pratomo, menyampaikan bahwa ekspansi kapasitas petrokimia di China telah membuat negara tersebut mengalami kelebihan pasokan. Situasi serupa juga terjadi di sejumlah negara lain, sehingga produk impor berharga murah semakin membanjiri pasar Indonesia.

“Dengan adanya oversupply ini tentu produsen petrokimia dunia ini mencari pasar. Pasar mana saja yang ada,” kata Bimo dalam media gathering Forum Wartawan Industri (Forwin), Sabtu, 7 November 2026. 


Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi industri nasional yang harus bersaing dengan produk impor dari China maupun negara-negara ASEAN. Padahal, industri petrokimia merupakan sektor hulu yang memasok bahan baku bagi berbagai industri manufaktur.

Bimo mencontohkan industri polyethylene dan polypropylene. Kapasitas terpasang nasional untuk kedua produk tersebut baru mampu memenuhi sekitar 60 hingga 66 persen kebutuhan, tetapi masuknya produk impor murah dapat mengganggu rencana pelaku industri untuk menambah investasi maupun kapasitas produksi.

“Karena banjir dari produk impor yang murah sehingga ini akan mengganggu untuk teman-teman yang akan meningkatkan investasi atau meningkatkan kapasitas,” ujarnya.

Tekanan serupa juga terlihat pada produk polyvinyl chloride (PVC). Indonesia memiliki kapasitas produksi mencapai 1,2 juta ton per tahun, sedangkan permintaan domestik pada 2027 diperkirakan mencapai 873 ribu ton. Namun, produk impor masih masuk ke pasar dalam negeri meski kapasitas produksi nasional secara teoritis mencukupi kebutuhan tersebut.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono, turut menyoroti peningkatan impor bahan baku plastik yang menekan utilisasi industri. Ia juga memperingatkan persaingan dengan produsen luar negeri yang memiliki keunggulan pasokan bahan baku dan kapasitas produksi berlebih.

Fajar menilai Indonesia perlu memperkuat industri petrokimia dari hulu hingga hilir agar tidak terus tertekan oleh produk impor. Salah satu langkah yang didorong adalah penyusunan kebijakan harga yang adil bagi industri petrokimia nasional.

“Kalau tidak ada fair price, ketahanan industri petrokimianya” akan sulit diperkuat, kata Fajar.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya