Bursa saham Eropa mengalami tekanan jual yang cukup besar pada penutupan perdagangan Jumat 6 November 2026 waktu setempat.
Sentimen negatif global yang dipicu oleh dinamika politik di Amerika Serikat (AS) berpadu dengan krisis fiskal domestik di Prancis, menyeret sebagian besar indeks regional ke zona merah.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melemah 1 persen ke level 648,33 poin. Indeks acuan Jerman, DAX, mencatat penurunan terdalam di kawasan tersebut sebesar 1,9 persen.
Tekanan ini berakar dari Wall Street menyusul kemenangan mutlak Partai Demokrat di Kongres AS. Pasar merespons dengan kekhawatiran bahwa pemerintahan baru di AS akan memperketat regulasi belanja pusat data kecerdasan buatan (AI). Akibatnya, kekhawatiran seputar valuasi tinggi dan investasi berbasis utang di sektor teknologi menular ke pasar Eropa, meski secara fundamental kinerja perusahaan-perusahaan tersebut belum berubah.
Sektor asuransi memimpin pelemahan dengan terjun 2,6 persen, terseret oleh penurunan peringkat (downgrade) dari JPMorgan terhadap sejumlah reasuransi asal Jerman. Raksasa seperti Hannover Re dan Munich Re masing-masing merosot lebih dari 4 persen, sementara Swiss Re turut melemah meski melaporkan kenaikan laba bersih. Sektor tradisional dan barang konsumsi rumah tangga juga ikut tertekan aksi ambil untung.
Di Prancis, situasi pasar semakin diperberat oleh krisis politik dalam negeri. Indeks CAC 40 merosot 0,8 persen ke level 8.139, di tengah kesulitan pemerintah meloloskan anggaran di parlemen serta rekor jumlah peserta aksi protes nasional.
Investor terus melepas obligasi Prancis akibat kekhawatiran defisit anggaran yang diproyeksikan melebar hingga 5,4 persen dari PDB tahun ini, ditambah keraguan atas kemampuan pemerintah minoritas dalam memangkas belanja negara. Akibatnya, selisih imbal hasil (yield spread) obligasi pemerintah Prancis dan Jerman tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi sejak krisis utang zona euro pada 2011 silam.
Tekanan makroekonomi ini diperburuk oleh data defisit perdagangan Prancis yang membengkak menjadi 7,3 miliar Euro pada September, jauh di atas estimasi pasar (5,8 miliar Euro) dan menjadi yang terbesar kedua sejak Oktober 2024. Saham-saham barang mewah (seperti LVMH, Hermès, dan Kering) serta sektor industri kompak mencatat pelemahan.
Di tengah tren pelemahan secara umum, beberapa sektor justru keluar sebagai pemenang berkat pergeseran sentimen politik dan makro:
Saham-saham energi bersih melonjak karena kemenangan Demokrat di AS diyakini akan mengembalikan dukungan penuh terhadap energi terbarukan dan mempermudah perizinan proyek. Ørsted dan Nordex masing-masing naik 1,2 persen dan 5 persen, sementara EDP menguat usai menaikkan proyeksi laba bersihnya untuk ketiga kalinya tahun ini.
Saham sektor perjalanan (termasuk maskapai penerbangan) menjadi satu-satunya sektor yang ditutup menghijau, naik 0,9 persen. Kenaikan ini didorong oleh harapan meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah yang dapat menurunkan harga minyak yang tinggi.