Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bursa

BUMI dan BRMS Tak Beranjak dari Harga Penutupan, Ini Aktivitas Sahamnya

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 14:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua saham emiten pertambangan yang memiliki keterkaitan dalam kelompok usaha Bumi Resources, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), mencatat aktivitas perdagangan cukup besar pada Jumat siang, 6 November 2026.

Meski sama-sama bergerak di sektor pertambangan, keduanya memiliki fokus bisnis berbeda. BUMI merupakan perusahaan pertambangan batu bara melalui anak usahanya, terutama PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia. Sementara BRMS bergerak di bidang pertambangan dan pengembangan mineral, terutama emas, tembaga, seng, dan timbal.

Pantauan RMOL, berdasarkan data perdagangan hingga pukul 13.05 WIB, saham BUMI berada di level 118. Volume transaksi tercatat mencapai 1,42 miliar saham dengan nilai sebesar Rp161,89 miliar. Frekuensi perdagangannya mencapai 17.887 kali.


Posisi harga tersebut tidak berubah dibandingkan penutupan perdagangan Kamis, 5 November 2026, di level 118.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, BUMI mencatat volume transaksi sebanyak 2,60 miliar saham dengan nilai mencapai Rp313,10 miliar dan frekuensi 33.888 kali.

Hingga perdagangan Jumat siang, volume transaksi BUMI telah mencapai sekitar 54,8 persen dari total volume perdagangan sehari sebelumnya. Sementara nilai transaksinya setara 51,7 persen dari nilai perdagangan Kamis.

Sementara itu, saham BRMS diperdagangkan pada level 328 berdasarkan data pukul 13.31 WIB. Emiten pertambangan mineral ini membukukan volume transaksi sebanyak 112,31 juta saham, dengan nilai mencapai Rp34,75 miliar dan frekuensi 5.477 kali.

Harga tersebut juga tidak berubah dibandingkan posisi penutupan perdagangan Kamis 5 November 2026 di level 328.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, BRMS mencatat volume transaksi sebanyak 328,88 juta saham dengan nilai perdagangan Rp107,87 miliar dan frekuensi 14.899 kali.

Volume transaksi BRMS hingga Jumat siang telah mencapai sekitar 34,2 persen dari total volume perdagangan sehari sebelumnya. Adapun nilai transaksinya setara 32,2 persen dari nilai perdagangan Kamis.

Jika dibandingkan, aktivitas perdagangan BUMI masih jauh lebih besar daripada BRMS. Volume saham BUMI yang diperdagangkan mencapai sekitar 12,7 kali volume BRMS, sedangkan nilai transaksinya sekitar 4,7 kali lebih besar.

Perbedaan tersebut menunjukkan intensitas perdagangan BUMI lebih tinggi dalam periode pengamatan. Namun, besarnya volume dan nilai transaksi tidak serta-merta mencerminkan kinerja fundamental maupun prospek investasi yang lebih baik.

Dari sisi hubungan bisnis, BUMI juga tercatat memiliki sekitar 20,09 persen saham BRMS. Meski demikian, keduanya memiliki fokus usaha berbeda dan eksposur terhadap komoditas yang tidak sama.

BUMI lebih berkaitan dengan dinamika industri batu bara, sedangkan BRMS memiliki eksposur pada pertambangan mineral, terutama emas dan tembaga.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya