Berita

Ilustrasi

Bursa

Tembus Rekor Dua Pekan, Kilau Emas Antam dan Global Ikut Terkerek Naik

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 07:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kilau logam mulia kembali memancarkan daya tariknya pada penutupan perdagangan Kamis, 5 November 2026. Di pasar global, harga emas sukses menembus posisi tertinggi dalam dua pekan terakhir menjelang publikasi data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang paling dinantikan para investor. 

Penguatan ini langsung mendongkrak performa emas spot yang ditutup menanjak 0,72 persen ke level 4.089,21 Dolar AS per ons. 

Catatan positif serupa juga dicetak oleh kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember 2026 yang melompat sekitar 0,99 persen hingga bertengger di angka 4.113,5 Dolar AS per ons.


Dinamika positif di panggung internasional tersebut turut menjalar ke pasar domestik. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam pada hari yang sama ikut bergerak naik mengikuti tren penguatan harga emas dunia. Tercatat, harga pembelian emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp3.000 menjadi Rp2.557.000 per gram. 

Sebelum mengalami sedikit penyesuaian di sesi perdagangan Amerika Serikat (AS), harga logam mulia sempat mencatatkan lonjakan fantastis hingga menyentuh level 4.137 Dolar AS per ons yang merupakan titik tertingginya sejak 22 Oktober. Kenaikan ini sempat ditopang oleh pelemahan nilai tukar Dolar AS yang merosot mendekati level terendah satu bulan, serta penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun ke kisaran 4,84 persen.

Laju penguatan emas perlahan menyempit setelah Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, melontarkan pernyataan tegas mengenai perlunya mempertahankan suku bunga yang ketat guna menjinakkan laju inflasi. 

Sentimen pengetatan moneter ini semakin diperkuat oleh data ekonomi domestik AS yang menunjukkan klaim pengangguran mingguan turun ke angka 189.000, jauh lebih baik dari proyeksi pasar di level 197.000, sehingga kian memanaskan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Desember mendatang.

Pasar global juga diwarnai oleh langkah Bank of England yang resmi menaikkan suku bunga. Di sisi lain, harga minyak mentah jenis WTI berhasil bangkit kembali ke kisaran 91 Dolar AS per barel setelah sempat mengalami keanjlokan sehari sebelumnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya