Pasar saham Eropa bergerak melemah pada penutupan perdagangan Kamis 5 November 2026, terseret oleh aksi jual masif di sektor teknologi serta kekhawatiran baru seputar kebijakan politik global dan domestik.
Investor menghadapi tekanan ganda dari rotasi global keluar dari aset berbasis kecerdasan buatan (AI) serta sentimen dari perpolitikan Amerika Serikat dan dinamika suku bunga regional.
Sentimen negatif di bursa Eropa dipicu oleh penurunan tajam pada saham-saham teknologi yang anjlok lebih dari 4 persen. Pergerakan ini merupakan dampak dari rotasi global setelah kemenangan Partai Demokrat di kedua kamar Kongres AS.
Pelaku pasar khawatir bahwa pengawasan yang lebih ketat serta regulasi baru terhadap proyek pusat data di AS dapat menghambat ekspansi infrastruktur dan menekan permintaan semikonduktor global.
Saham ASML Holding merosot 7 persen, STMicroelectronics di bursa Prancis ikut jatuh 9,3 persen.
Di Jerman, Deutsche Telekom melemah hampir 2 persen setelah mengumumkan program pembelian kembali saham senilai 2 miliar Euro yang berada di bawah ekspektasi pasar.
Selain itu, Rheinmetall mengalami koreksi terdalam hingga lebih dari 16 persen setelah memangkas proyeksi kinerja setahun penuh.
Pergerakan bursa utama di kawasan memperlihatkan respons yang beragam terhadap kombinasi faktor domestik dan internasional:
Indeks Euro Stoxx 50 terkoreksi 0,9 persen dan Stoxx 600 melemah 0,4 persen akibat tekanan teknologi yang meluas.
CAC 40 Prancis sempat mencatat kenaikan tipis 0,3 persen dan ditutup di level 8.205, meski sebagian besar penguatannya terpangkas oleh kejatuhan saham teknologi. Di sisi lain, kemenangan Partai Demokrat di AS dipandang memperkuat posisi politik untuk menentang kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Perusahaan barang mewah menunjukkan ketahanan, seperti Hermès yang naik 1,1 persen dan LVMH yang menguat 0,6 persen.
FTSE 100 di Inggris turun 0,5 persen, terutama tertekan oleh sektor pertahanan dan perbankan. Saham pertahanan seperti BAE Systems anjlok lebih dari 5 persen, sementara sektor perbankan seperti NatWest turun 4 persen serta Barclays dan Standard Chartered melemah lebih dari 2 persen.
Di pasar komoditas, harga tembaga mengalami kejatuhan akibat kekhawatiran melemahnya permintaan yang berkaitan dengan sektor AI. Hal ini menyeret saham pertambangan seperti Antofagasta turun 3,5 persen dan Anglo American melemah hampir 3 persen.
Sementara itu, dari Inggris, investor mencermati langkah Bank of England yang menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Gubernur Andrew Bailey memperingatkan bahwa pengetatan lanjutan mungkin masih diperlukan guna meredam tekanan ekonomi kecuali konflik di Iran mereda.