Berita

Seminar Lingkungan yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Auditorium Universitas Islam Riau (UIR), Kamis 5 November 2026.(Foto: Istimewa)

Nusantara

Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Antisipasi Karhutla di Riau

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 05:47 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Berulangnya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih kuat berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor.

Demikian dikatakan Akademisi Universitas Islam Riau (UIR) Sri Wahyuni Kadir Abbas saat menjadi pembicara dalam Seminar Lingkungan yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Auditorium Universitas Islam Riau (UIR), Kamis 5 November 2026.

Ia mengaku telah membawa persoalan karhutla Riau ke sejumlah forum internasional sebagai bentuk keprihatinan atas dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat.


Menurutnya, salah satu hal yang perlu diperkuat adalah sistem peringatan dini (early warning system). Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendeteksi potensi kebakaran sekaligus mempercepat respons ketika titik api mulai muncul.

“Lewat pendekatan teknologi, perlu dibangun respons cepat dalam menangani ancaman karhutla,” kata Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni juga menekankan pentingnya sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, media, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Yang jelas perlu sinergi pentahelix untuk mencegah terjadinya karhutla. Pemerintah bersama masyarakat, kampus, media dan stakeholder lainnya harus bersama-sama mengatasi masalah ini,” kata Sri Wahyuni.

Upaya tersebut dinilai penting karena penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemadaman ketika kebakaran terjadi. 

Sri Wahyuni nenegaskan bahwa pencegahan, deteksi dini, pengelolaan gambut, perubahan perilaku masyarakat, hingga respons cepat di lapangan harus berjalan secara bersamaan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya