Berita

Seminar Lingkungan yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Auditorium Universitas Islam Riau (UIR), Kamis 5 November 2026. (Foto: Dok. JMSI)

Nusantara

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 00:32 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau masih sulit dikendalikan meski pemerintah telah melakukan berbagai langkah mitigasi sejak awal tahun. Cuaca yang semakin ekstrem, kondisi lahan gambut, serta aktivitas manusia menjadi faktor yang membuat ancaman karhutla terus berulang.

Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Dasrul Chaniago mengatakan, upaya pencegahan karhutla sebenarnya telah disiapkan jauh sebelum musim kebakaran 2026 berlangsung. Namun, kondisi cuaca ekstrem membuat penanganan di lapangan semakin berat.

“Musim kemarau yang lebih kering, suhu tinggi, kelembapan rendah dan angin kencang membuat vegetasi lebih mudah terbakar dan api lebih cepat menyebar,” kata Dasrul saat menjadi pembicara dalam Seminar Lingkungan yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Auditorium Universitas Islam Riau (UIR), Kamis 5 November 2026.


Menurut Dasrul, pemerintah pusat telah melakukan mitigasi sejak awal tahun. Sejumlah daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi juga telah menetapkan status siaga karhutla. Namun, kondisi cuaca ekstrem membuat potensi kebakaran meningkat sekaligus menyulitkan upaya pemadaman.

Dasrul menegaskan faktor manusia juga masih menjadi persoalan utama. Sebagian besar kejadian karhutla berkaitan dengan aktivitas manusia, baik akibat pembakaran yang disengaja maupun kelalaian.

“Kalau sumber api dan perilaku pembukaan lahan tidak berubah, kebakaran akan terus berulang,” kata Dasrul.

Karena itu, Dasrul mendorong penguatan mitigasi berbasis masyarakat. Sosialisasi dan pelibatan masyarakat melalui program Desa Peduli Api dinilai perlu diperluas, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

“Ke depan, mitigasi terhadap karhutla harus lebih diperkuat. Sosialisasi kepada masyarakat agar aktif mencegah kebakaran melalui program Desa Peduli Api juga harus ditingkatkan,” kata Dasrul.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya