Berita

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati (Foto: BNPB)

Pemerintahan

9.355 Nakes Turun Tangani 401 Ribu Kasus ISPA akibat Karhutla

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 09:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah mengerahkan 9.355 tenaga kesehatan (nakes) untuk menangani dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu ratusan ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah wilayah. 

Selain mobilisasi tenaga medis, pemerintah juga menyediakan 814 rumah oksigen guna memastikan masyarakat terdampak mendapatkan akses penanganan gangguan pernapasan.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati mengatakan, rumah oksigen dan ribuan tenaga kesehatan tersebut telah disebar di tujuh provinsi terdampak karhutla. 


Menurutnya, ketersediaan fasilitas oksigen harus diiringi dengan kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya pasien dengan gangguan pernapasan akibat paparan asap.

“Yang menjadi perhatian kami sebenarnya bukan semata-mata jumlah dari rumah oksigen yang tersedia, melainkan juga bagaimana memastikan dukungan oksigen tersebut dapat diakses masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi pasien-pasien yang terganggu pernapasannya,” ujar Widyawati dalam konferensi pers, dikutip Kamis, 5 November 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi per 3 November 2026, sebanyak 814 rumah oksigen tersebar di Kalimantan Tengah 336 unit, Kalimantan Selatan 175 unit, Kalimantan Barat 158 unit, Jambi 131 unit, Riau 10 unit, Sumatera Selatan 3 unit, dan Kalimantan Timur 1 unit. 

Sementara itu, dari total 9.355 tenaga kesehatan yang diterjunkan, sebanyak 5.525 orang bertugas di Kalimantan Timur, 2.589 orang di Jambi, 487 orang di Kalimantan Tengah, 382 orang di Sumatera Selatan, 209 orang di Riau, 121 orang di Kalimantan Barat, dan 42 orang di Kalimantan Selatan.

Widyawati menjelaskan, personel yang dimobilisasi memiliki beragam kompetensi, mulai dari dokter, bidan, apoteker, ahli gizi hingga pengemudi ambulans. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diperlukan untuk mempercepat respons pelayanan kesehatan di daerah terdampak.

"Dan ini menunjukkan penanganan dampak karhutla tidak hanya membutuhkan tenaga medis, tetapi juga membutuhkan dukungan tenaga kesehatan lintas kompetensi untuk respons cepat. Kami memastikan koordinasi Dinas Kesehatan provinsi terus diperkuat untuk mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak,” jelasnya.

Untuk menunjang penanganan di lapangan, pemerintah hingga 4 November 2026 pukul 15.00 WIB telah menyalurkan sekitar 3,8 juta masker, 280 unit konsentrator oksigen, 41 ribu pasang sarung tangan medis, serta 939 tabung oksigen. 

Distribusi logistik juga mencakup ribuan alat pelindung diri (APD), air purifier, makanan tambahan, obat-obatan, vitamin, dan berbagai perlengkapan medis lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fasilitas kesehatan.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan hingga 2 November 2026 pukul 16.00 WIB mencatat 401.586 kasus ISPA secara kumulatif di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota. 

Sebanyak 91.913 kasus terjadi pada balita usia 0-5 tahun, 87.704 kasus pada anak usia 6-9 tahun, dan 56.092 kasus pada kelompok lanjut usia di atas 60 tahun. 

Kelompok lain yang menjadi perhatian meliputi 590 ibu hamil, 1.530 penderita asma, serta 8.086 pekerja luar ruangan yang rentan terdampak paparan asap karhutla.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya