Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bursa

Wall Street Hijau Usai Demokrat Kuasai Kongres AS

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 07:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS) membawa angin segar bagi Wall Street. 

Hasil pemilu yang mengubah peta kekuatan politik di Washington meredakan ketidakpastian di kalangan investor dan mendorong minat terhadap aset berisiko, meski tidak semua sektor ikut menikmati reli tersebut.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 4 November 2026, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.569,40 poin atau 3 persen ke level 53.356,12. Sementara itu, S&P 500 naik 1,6 persen atau bertambah 119,7 poin menjadi 7.688,62, sedangkan Nasdaq Composite menguat 1,4 persen atau 364,50 poin ke posisi 25.736,51.


Reli tersebut terjadi setelah Partai Demokrat berhasil merebut kendali Senat dan DPR AS. Kemenangan ini dinilai dapat menciptakan keseimbangan kekuatan politik di pemerintahan, sehingga mengurangi ketidakpastian kebijakan yang selama ini menjadi perhatian pasar.

Namun, penguatan Wall Street tidak diikuti seluruh saham teknologi. Perusahaan teknologi besar yang memiliki modal kuat justru mencatat kenaikan, sementara operator pusat data dan sejumlah pemasok infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mengalami tekanan jual.

Microsoft dan Amazon masing-masing melonjak 6,7 persen, sedangkan Alphabet menguat 6,1 persen dan Meta Platforms naik 1,4 persen. Sebaliknya, saham operator pusat data Hut 8 anjlok 23 persen, IREN merosot 11 persen, Core Scientific turun 10 persen, dan Applied Digital melemah 6,7 persen.

Perbedaan arah ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan melambatnya pembangunan pusat data di AS. Kemenangan Demokrat di sejumlah wilayah penting, termasuk Texas dan Georgia, memunculkan ekspektasi bahwa penolakan masyarakat terhadap ekspansi pusat data dapat mendorong regulasi AI yang lebih ketat.

Dampaknya juga terasa pada saham semikonduktor. Indeks Philadelphia Semiconductor anjlok 3,1 persen hingga menyentuh level terendah dalam enam bulan. Meski demikian, saham AMD berhasil naik 1 persen setelah perusahaan memperkirakan pertumbuhan bisnis yang lebih cepat dari ekspektasi pada 2027, didukung lonjakan penjualan pusat data.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya