Berita

Ilustrasi

Bursa

Bursa Eropa Cetak Reli Terkuat dalam 6 Bulan Usai Pemilu AS

KAMIS, 05 NOVEMBER 2026 | 07:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa ditutup menguat tajam pada perdagangan Rabu 4 November 2026 Waktu setempat, mencatatkan performa harian terkuatnya sejak 6 Mei. Lonjakan ini dipicu oleh gelombang optimisme global menyusul hasil pemilihan paruh waktu Amerika Serikat, di mana Partai Demokrat secara tak terduga berhasil menguasai kedua kamar Kongres. 

Kemenangan politik tersebut, dipadu dengan meredanya ketegangan geopolitik serta rilis laporan keuangan perusahaan yang solid, sukses mendongkrak selera risiko investor di seluruh kawasan.

Indeks utama Eropa merespons positif dinamika ini, di mana Euro Stoxx 50 memimpin dengan kenaikan 2,3 persen dan indeks Stoxx 600 secara luas bertambah hampir 2 persen. 


Di Frankfurt, DAX 40 melonjak 2,2 persen dan ditutup di level 26.438, mendekati rekor tertinggi yang dicetaknya pada Agustus lalu sekaligus menjadikannya salah satu pasar berkinerja terbaik di Eropa. Sementara itu, FTSE 100 di London turut terkerek naik 1,9 persen menjelang keputusan suku bunga terbaru dari Bank of England.

Perubahan lanskap politik di AS yang diekspektasikan dapat membatasi agenda fiskal pemerintahan Trump serta mendorong penurunan imbal hasil obligasi memberikan angin segar bagi sektor perbankan. 

Di Jerman, saham Deutsche Bank meroket 7,7 persen dan Commerzbank naik 4,8 persen, sedangkan di Inggris, HSBC melonjak hampir 5 persen diikuti oleh Lloyds, Barclays, dan Standard Chartered yang masing-masing menguat sekitar 4 persen. Selain perbankan, sektor energi terbarukan ikut bersinar di tengah keyakinan bahwa kemenangan Partai Demokrat akan memperkuat komitmen investasi energi bersih, dengan saham Orsted melesat 5 persen dan Vestas bertambah 3,1 persen.

Sentimen positif juga mendominasi emiten yang merilis kinerja keuangan yang kuat. Heidelberg Materials melonjak lebih dari 9 persen berkat laporan kuartal III 2026 yang melampaui estimasi sekaligus menaikkan target efisiensi biaya. 

Namun, di balik meriahnya reli pasar, beberapa sektor justru tertinggal akibat perubahan dinamika makroekonomi dan politik. Sektor pertahanan tertekan menyusul kekhawatiran bahwa kendali Kongres AS oleh Demokrat dapat membatasi kenaikan belanja militer dan berdampak pada investasi pertahanan Eropa, yang menyeret saham Rheinmetall turun 3 persen dan BAE Systems merosot lebih dari 3 persen.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya