Berita

Akbar Faizal. (Istimewa)

Keamanan

Jangan Kasih Ampun ke Listyo Sigit

RABU, 04 NOVEMBER 2026 | 11:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto diminta tidak memberikan pengampunan kepada mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait dugaan penyadapan terhadap Presiden.

Mantan Anggota DPR RI Akbar Faizal menilai, dugaan pengkhianatan terhadap kepala negara merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sebagai pelanggaran biasa. Terlebih, tindakan tersebut diduga dilakukan oleh orang yang pernah mendapat kepercayaan dan kehormatan berupa jabatan Kapolri.

"Tak ada kejahatan yang sempurna. Membayangkan berapa kejahatan yang dilakukannya selama menjadi Kapolri. Berapa air mata yang tertumpah. Berapa hati yang ia tusuk dengan belati kewenangan dan pengaruhnya," tulis Akbar melalui akun X miliknya, Rabu, 4 November 2026.


Ia secara khusus meminta Prabowo tidak memberikan pengampunan karena menilai dugaan tindakan tersebut merupakan pengkhianatan terhadap negara sekaligus penghinaan terhadap kemanusiaan.

"Ini pengkhianatan terhadap negara dan penghinaan pada kemanusiaan. Dia tusuk Presiden dari belakang saat kehormatan berupa jabatan Bapak berikan kepadanya," tegasnya.

Di sisi lain, Akbar menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto karena dinilai telah menunjukkan bahwa hukum tidak mengenal senioritas maupun hubungan dengan mantan pimpinan.

Ia berharap Suyudi segera melakukan pembenahan internal Polri, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga menjadi bagian dari jaringan mantan pimpinan tersebut.

"Organisasi Polri sangat matang dan tangguh untuk mengidentifikasi siapa saja jaringan jahat bekas pimpinan Anda ini. Tak mengapa mulai dari nol lagi," ujarnya.

Direktur Eksekutif Nagara Institute itu mengaku mulai kembali menaruh kepercayaan terhadap institusi kepolisian setelah melihat langkah penegakan hukum tersebut.

"Hari ini saya mulai percaya lagi Polri bisa menjaga kami," pungkasnya.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya