Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo. (Foto: Istimewa)

Politik

Program KKP di Era Prabowo Terbukti Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

JUMAT, 30 OKTOBER 2026 | 16:04 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Berbagai capaian dicatatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Capaian tersebut antara lain produksi perikanan nasional yang mencapai 26,25 juta ton pada 2025, peningkatan pendapatan nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke hingga 75 persen, serta penyelamatan potensi kerugian negara senilai Rp16,03 triliun melalui pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.

Berbagai capaian tersebut mendapat apresiasi dari Guru Besar Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Prof. Marihot Manullang.


Bagi dia, capaian itu adalah hasil langkah nyata dalam mewujudkan nelayan naikan kelas dan berdampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan.

“Capaian KKP dalam dua tahun terakhir patut mendapatkan apresiasi. Pembangunan sektor kelautan harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menghasilkan angka produksi yang tinggi,” ujar Prof. Manullang dalam keterangan tertulis, Jumat 30 Oktober 2026.

Ia menyoroti produksi perikanan nasional yang mencapai 26,25 juta ton pada 2025, meningkat 11,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut berlanjut hingga September 2026 dengan produksi mencapai 19,89 juta ton atau tumbuh 3,44 persen secara tahunan.

Menurut Manullang, peningkatan produksi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan industri pengolahan hasil perikanan, serta meningkatkan daya saing produk perikanan di pasar internasional.

Selain capaian produksi, Prof. Manullang memberikan perhatian khusus terhadap program Kampung Nelayan Merah Putih yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. 

Program tersebut dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi baru di kawasan pesisir sehingga nelayan tidak hanya menjual hasil tangkapan, tetapi juga memperoleh nilai tambah melalui dukungan sarana, distribusi, dan pemasaran.

Di Kampung Nelayan Merah Putih Tongke-Tongke, pendapatan nelayan dilaporkan meningkat 75 persen hingga mencapai sekitar Rp7 juta per bulan. Pada saat yang sama, harga ikan naik 50 persen menjadi sekitar Rp45 ribu per kilogram.

Kata Manullang, indikator penting dalam mengevaluasi keberhasilan program pembangunan pesisir karena menunjukkan adanya perubahan pada pendapatan masyarakat dan nilai jual hasil tangkapan.

“Ketika harga jual ikan meningkat dan pendapatan nelayan membaik, manfaatnya dapat dirasakan dalam pemenuhan kebutuhan keluarga, pendidikan anak, dan pengembangan usaha,” tuturnya.

Dari sisi ekonomi makro, kinerja sektor perikanan juga menunjukkan perkembangan positif. Produk Domestik Bruto (PDB) sektor perikanan pada triwulan II 2026 tumbuh 6,86 persen secara tahunan, sementara nilai ekspor perikanan pada 2025 mencapai 6,27 miliar Dolar AS atau meningkat 5,2 persen. 

Hingga Agustus 2026, nilai ekspor tercatat sebesar 4,23 miliar Dolar AS, tumbuh 6,02 persen secara tahunan.

Menurutnya, perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi untuk berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. Namun, penguatan ekspor harus disertai peningkatan kualitas produk, konsistensi standar keamanan pangan, dan keberlanjutan sumber daya ikan.

“Indonesia memiliki sumber daya kelautan yang besar, sehingga penguatan industri hilir, peningkatan kualitas produk, dan perluasan pasar harus menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing nasional,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya