Berita

Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia (Foto: BPMI Setpres)

Pemerintahan

Prabowo Bertemu Bahlil, Bahas Listrik Desa hingga Pabrik Baterai CATL-Antam

KAMIS, 29 OKTOBER 2026 | 20:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan, Kamis, 29 Oktober 2026. 

Pertemuan tersebut membahas perkembangan program listrik desa serta kesiapan pabrik baterai kendaraan listrik hasil kerja sama Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) dan PT Aneka Tambang (Antam).

Usai pertemuan, Bahlil menyampaikan bahwa hampir 11 ribu desa dan dusun di Indonesia masih belum memiliki akses listrik. Untuk mempercepat pemerataan elektrifikasi, pemerintah menyiapkan peresmian 1.413 titik dalam program listrik desa tahun 2025 yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.


“Jadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini,” ujar Bahlil kepada awak media.

Selain melaporkan perkembangan program listrik desa, Bahlil juga menyampaikan kabar terbaru mengenai pabrik baterai hasil kerja sama CATL dan Antam. 

Fasilitas yang peletakan batu pertamanya dilakukan Presiden Prabowo setahun lalu tersebut kini telah mulai berproduksi dan direncanakan segera diresmikan.

“Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” kata Bahlil.

Bahlil menjelaskan, keberadaan fasilitas tersebut menambah jajaran pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia. Dia menyebut tiga fasilitas, yakni pabrik milik Hyundai, pabrik di Halmahera yang memperoleh investasi dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), serta pabrik hasil kolaborasi CATL dan Antam.

Menurut Bahlil, perkembangan tersebut mencerminkan upaya membangun ekosistem baterai kendaraan listrik yang terintegrasi, mulai dari pertambangan, pengolahan mineral, hingga produksi sel baterai. 

Integrasi rantai produksi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

“Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi,” tutur Bahlil.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya