PT ASABRI (Persero) membekali peserta aktif dengan pengetahuan pengelolaan keuangan dan investasi melalui Program Pelatihan Pengelolaan Uang dan Dana Investasi (PUNDI). (Foto: istimewa)
PT ASABRI (Persero) membekali peserta aktif dengan pengetahuan pengelolaan keuangan dan investasi melalui Program Pelatihan Pengelolaan Uang dan Dana Investasi (PUNDI). Program ini juga bertujuan meningkatkan kewaspadaan peserta terhadap penipuan digital yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial.
Program PUNDI dilaksanakan di 32 kantor cabang ASABRI di seluruh Indonesia dengan total 3.503 peserta. Kegiatan ini melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mitra pembayaran ASABRI, yakni BSI, BRI, Bank Mantap, dan BTN, serta sejumlah institusi pendidikan.
Materi pelatihan mencakup pengelolaan keuangan, penentuan prioritas kebutuhan, perencanaan finansial, pemahaman investasi, hingga perlindungan data pribadi dari berbagai modus penipuan digital.
Direktur Utama PT ASABRI (Persero), Jeffry Haryadi P. Manullang, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat dan perlindungan yang relevan bagi peserta.
“Selaras dengan komitmen ASABRI sebagai Sahabat Perjuangan Anda Sepanjang Masa, melalui Program PUNDI, ASABRI berkomitmen membekali peserta dengan pemahaman keuangan secara menyeluruh. Tidak hanya edukasi dan pembekalan, namun kami juga memperhatikan terkait perlunya peningkatan kewaspadaan peserta terhadap berbagai bentuk modus penipuan yang kerap terjadi dan berisiko dapat merugikan peserta,” ujar Jeffry, Kamis, 29 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan OJK, mitra pembayaran ASABRI, dan institusi pendidikan di Jakarta, Balikpapan, Kendari, Makassar, serta Pontianak.
Salah satu peserta dari Makassar, Sertu Abdul Kadir, Staf Pers Kodam XIV/Hasanuddin, menilai kegiatan tersebut menambah pemahamannya mengenai perencanaan keuangan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman kami mengenai pengelolaan dan perencanaan keuangan. Semoga ke depannya kegiatan edukatif seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Peserta dari Kesdam V/Brawijaya, Nova Rudhian Pradana Yudha, juga mengatakan pelatihan tersebut mengingatkan peserta agar lebih berhati-hati menjaga data pribadi dan mengenali modus penipuan yang mengatasnamakan ASABRI maupun petugas pajak.
“Kami jadi lebih memahami pentingnya menjaga data pribadi, kode OTP, serta melakukan konfirmasi melalui kanal resmi sebelum mengikuti suatu instruksi,” ungkap Nova.
Sekretaris Perusahaan PT ASABRI (Persero), Okki Jatnika, menambahkan bahwa materi PUNDI dirancang agar relevan dengan kebutuhan peserta dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari perencanaan keuangan hingga perlindungan terhadap kejahatan digital.
“Hal ini dilakukan agar peserta dapat memperoleh wawasan yang relevan baik dalam mengelola keuangan atau sebagai bentuk perlindungan diri untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Okki.
Melalui PUNDI, ASABRI berharap peserta dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak, memahami risiko investasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital. Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.