Berita

PT Samator Indo Gas Tbk. (Foto: Istimewa)

Energi

Samator Indo Gas Bukukan Pertumbuhan Positif 9M26

Fundamental Bisnis Semakin Kuat
KAMIS, 29 OKTOBER 2026 | 12:48 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

PT Samator Indo Gas Tbk mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 (9M26). 

Perseroan mencatatkan ekspansi margin yang konsisten dan lonjakan laba bersih hampir 80 persen secara tahunan (YoY) pada 9M26. Pencapaian ini ditopang oleh kinerja kuartal terkuat sepanjang tahun 2026, yang menyumbangkan laba bersih sebesar Rp46,9 miliar (+18,2% YoY) dan EBITDA sebesar Rp229,3 miliar (+12,1% YoY). 

Didorong penerapan solusi teknologi mutakhir seperti oxyfuel burner dan pertumbuhan volume penjualan yang konsisten di pasar-pasar utama, pendapatan Perseroan tumbuh 7,5% (YoY) menjadi Rp2,38 triliun. 


Angka ini menunjukkan perseroan tetap konsisten bertumbuh sesuai target yakni di level 1-1,5 kali pertumbuhan PDB nasional, sekaligus mencerminkan peran strategis perseroan sebagai mitra strategis yang mendukung agenda prioritas pemerintah dengan menopang sektor industri dan kesehatan di tengah resiliensi ekonomi Indonesia. 

Pertumbuhan pendapatan tersebut diimbangi dengan pengendalian biaya yang disiplin. Beban pokok penjualan tercatat hanya naik 4,34 persen, jauh lebih rendah dari laju pertumbuhan pendapatan. 

Hasilnya, laba kotor perseroan terangkat 11,2 persen menjadi Rp1,13 triliun, dengan ekspansi margin laba kotor dari 46,0 persen pada 9M25 menjadi 47,6 persen. 

Penguatan profitabilitas ini ditopang oleh operating leverage serta efisiensi biaya pabrik, khususnya penurunan biaya listrik dan tenaga kerja per unit. 

Di tengah peningkatan aktivitas penjualan dan distribusi di pasar-pasar utama, beban usaha tetap terkendali dengan kenaikan 8,4 persen YoY melalui disiplin pengelolaan biaya non-esensial. 

Pengendalian biaya yang disertai penguatan profitabilitas turut mendorong laba bersih perseroan melonjak 79 persen YoY menjadi Rp114,3 miliar, dari Rp63,9 miliar pada 9M25. 

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tumbuh 82 persen menjadi Rp110,3 miliar, dibandingkan Rp60,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Peningkatan ini semakin diperkuat oleh penurunan beban keuangan bersih seiring berkurangnya saldo pinjaman (deleveraging) serta meningkatnya pendapatan bunga dari pengelolaan kas yang optimal. 

Strategi Efisiensi dan Optimalisasi Operasional Dorong Pertumbuhan Laba 

Samator Indo Gas mencatatkan kinerja keuangan yang positif, ditandai dengan pertumbuhan laba dan EBITDA dibanding periode yang sama tahun lalu. 

“Kinerja positif selama sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan ketahanan fundamental bisnis Samator Indo Gas. Pertumbuhan laba kotor dan EBITDA, disertai kenaikan laba bersih, mencerminkan upaya kami memperkuat kinerja operasional secara konsisten,” kata Direktur Utama Samator Indo Gas, Rachmat Harsono dalam keterangannya, Kamis 29 Oktober 2026. 

“Sejalan dengan komitmen Empowering Industry, Enriching Lives, kami tidak hanya memasok gas, tetapi juga menghadirkan solusi untuk kebutuhan pelanggan dan tantangan nasional," sambungnya.

Rasio Utang terhadap EBITDA Menurun 

Samator terus menjaga kesehatan neraca keuangan Perseroan. Rasio kecukupan EBITDA terhadap beban bunga (EBITDA to Interest Expense Coverage) meningkat menjadi 3,1x (9M25: 2,7x), mencerminkan kapasitas perseroan yang sangat memadai dalam memenuhi kewajibannya. 

Sementara itu, rasio Utang Bersih terhadap EBITDA (Net Debt to EBITDA) membaik menjadi 3,45x (9M25: 3,94x) yang didorong oleh ekspansi EBITDA yang solid sebesar 11%, diimbangi dengan perolehan arus kas operasional yang stabil serta inisiatif penurunan tingkat utang (deleveraging) yang berkelanjutan.

Dengan lonjakan laba bersih 9M26 yang mencapai hampir 80 persen YoY ditopang oleh pertumbuhan EBITDA dua digit yang solid, perseroan optimistis memasuki penghujung tahun dengan dorongan kinerja operasional dan keuangan yang kuat. 

Fokus strategis perseroan tetap jelas yakni melayani pertumbuhan permintaan struktural di sektor kesehatan dan industri utama, mempertahankan keunggulan operasional secara ketat di seluruh rantai nilai, serta berinvestasi secara terukur dalam penambahan kapasitas berorientasi kontrak. 

Perseroan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan yang profitabel hingga akhir tahun 2026.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya