Berita

Kolase Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong (kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (kanan). (Foto: Istimewa)

Energi

Indonesia-Singapura Bersaing Bangun PLTN, RI Punya Modal Nuklir Lebih Matang

KAMIS, 29 OKTOBER 2026 | 10:10 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia dan Singapura berpotensi memanaskan persaingan strategis di kawasan Asia Tenggara. 

Persaingan ini dinilai dapat mempercepat realisasi program nuklir Indonesia yang telah dirintis sejak puluhan tahun lalu.

Sebelumnya, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan negaranya mengkaji energi nuklir sebagai sumber listrik alternatif setelah pasokan gas dari Indonesia dipangkas.


Sementara itu, Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyatakan pemerintah mengkaji pembangunan PLTN di Batam, Kepulauan Riau.  

Guru Besar bidang Ilmu Fisika Non-Proliferasi Nuklir Institut Teknologi Bandung (ITB), Sidik Permana mengatakan, rencana Singapura mengembangkan energi nuklir muncul di tengah kebutuhan mengatasi defisit energi akibat pemangkasan pasokan gas dari Indonesia.

“Jadi ada efek head to head negara tetangga dalam satu program strategisnya yaitu PLTN,” kata Sidik kepada RMOL, Kamis, 29 Oktober 2026.

Menurutnya, persaingan tersebut dapat menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan PLTN di Indonesia. Apalagi, Indonesia telah memiliki fondasi riset, infrastruktur reaktor, dan sumber daya manusia nuklir yang lebih matang dibandingkan Singapura.

Indonesia memulai riset nuklir sejak 1954 dan mengoperasikan reaktor nuklir pertama di Bandung pada 1965. Saat ini, Indonesia memiliki tiga reaktor riset serta ribuan lulusan bidang Fisika Nuklir, Teknik Nuklir, dan Rekayasa Nuklir.

“Jadi kalau kesiapan Indonesia dengan membangun ekosistem nuklir sudah terbangun, akan tetapi keputusan tetap berada di top pimpinan negara ini,” kata Sidik.

Program PLTN Indonesia sendiri telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, dengan target kapasitas awal 500 megawatt listrik (MWe) pada 2032. Kapasitas tersebut direncanakan meningkat bertahap hingga 35-44 gigawatt listrik (GWe) pada 2060.

Sementara itu, Singapura dinilai masih memiliki keterbatasan dalam fasilitas riset dan pengembangan teknologi nuklir, serta belum memasukkan nuklir secara khusus dalam perencanaan energinya. 

Sidik menambahkan, persaingan pengembangan PLTN juga berpotensi melibatkan kekuatan teknologi nuklir global, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, Korea Selatan, Jepang, Rusia, dan China.

Kondisi tersebut membuat aspek geopolitik, pemilihan teknologi, serta rantai pasok menjadi semakin penting dalam pengembangan PLTN di kawasan.

“Semoga ini peluang cukup baik bagi percepatan implementasi PLTN di Indonesia dengan tentunya aspek kehati-hatian, pertimbangan teknologi dan aspek geopolitik serta ekosistem dan supply chain teknologi dan penguatan industri dalam negeri bisa ditingkatkan,” pungkas Sidik.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya