Berita

DPD Hebitren DKI Jakarta menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu 28 Oktober 2026.(Foto: Istimewa)

Mikro

Hebitren DKI Perkuat Konsolidasi Ekonomi Pesantren

KAMIS, 29 OKTOBER 2026 | 08:56 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) DKI Jakarta menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu 28 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat sinergi dalam mengembangkan potensi ekonomi dan bisnis pesantren di Jakarta.

Muswil Hebitren DKI Jakarta diharapkan menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi, memperkuat kelembagaan, serta merumuskan program kerja yang mampu mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Melalui forum ini, Hebitren berupaya mempertemukan berbagai potensi usaha pesantren agar dapat berkembang secara profesional, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Ketua Panitia Muswil Hebitren DKI Jakarta, Muhammad Abdul Jabar alias Gus Jabbar menyampaikan bahwa penyelenggaraan Muswil bukan sekadar agenda organisasi, melainkan bagian dari upaya membangun gerakan ekonomi pesantren yang lebih terarah.


“Muswil ini menjadi momentum bagi kita untuk memperkuat kebersamaan, menyatukan potensi, dan merumuskan langkah nyata dalam mengembangkan ekonomi pesantren," kata Gus Jabbar melalui keterangan tertulis, Kamis 29 Oktober 2026.

Menurutnya, pesantren memiliki potensi ekonomi yang luas melalui koperasi, unit usaha, produk halal, jasa, serta jaringan alumni dan masyarakat. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi dan tata kelola usaha yang baik agar mampu menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hebitren, KH. Hasib Wahab Hasbullah menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi sebagai fondasi untuk memperkuat peran Hebitren dalam mengembangkan ekonomi pesantren.

Keberadaan Hebitren di tingkat wilayah diharapkan dapat menjadi penghubung antara pesantren, pelaku usaha, lembaga keuangan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. 

Dengan jaringan yang semakin kuat, pesantren memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya