Berita

Lokarya pelatihan AI. (Foto: Istimewa)

Tekno

Buka Akses Teknologi

Puluhan Ribu Mahasiswa Lintas Jurusan Digembleng Kuasai AI

KAMIS, 29 OKTOBER 2026 | 06:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Akselerasi pemanfaatan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) di era digital saat ini menuntut kesiapan talenta muda yang mumpuni.

Penyedia solusi teknologi informasi di Tanah Air membidik lebih dari 28.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia agar mampu menguasai teknologi AI secara fasih hingga tahun 2027 mendatang.

Pengembangan talenta digital ini direalisasikan melalui metode pelatihan AI komprehensif berbahasa Indonesia, lokakarya (workshop) luring dan daring, hingga pengenalan teknologi AI untuk menunjang pengembangan perangkat lunak secara mandiri.


Menariknya, sasaran pelatihan ini tidak hanya menyasar pada kelompok mahasiswa di bidang Teknologi Informasi (TI) semata. Mahasiswa dari disiplin ilmu yang berbeda, seperti bidang hukum dan kesehatan, juga turut digembleng.

CEO Hacktiv8, Juventia Vicky Riana, menegaskan bahwa penguatan keterampilan AI kini menjadi sangat krusial seiring dengan melonjaknya tren adopsi teknologi tersebut oleh berbagai perusahaan di Indonesia.

"Bisnis di Indonesia mengadopsi AI secara pesat. Sehingga, sangat penting memiliki tenaga kerja terampil yang memiliki pola pikir berkembang (growth mindset)," kata Juventia dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

Untuk mengeksekusi visi tersebut, peserta dihadapkan pada ajang Hackathon. Ajang ini menjadi wadah praktik langsung bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori teknologi ke dalam bentuk solusi pengembangan inovasi yang nyata.

Kurikulum materi yang disampaikan mencakup agentic AI, yakni teknologi yang dirancang untuk menjalankan serangkaian tugas secara spesifik dan cerdas.

Dari lebih dari 200 peserta, sebanyak 25 orang terpilih untuk mengikuti semifinal hackathon yang didukung Garuda Spark.

Sebagai gambaran inovasi, sejumlah peserta hackathon saat ini tengah memaparkan proyek pengembangan perangkat lunak, di antaranya sistem pemantauan regulasi Ketenagakerjaan.

Ada pula inovasi yang menyasar layanan kesehatan berkesinambungan tanpa henti bagi pasien rawat jalan di rumah, hingga pengembangan sistem deteksi dini bagi warga di daerah rawan bencana seperti Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Hingga saat ini, program pelatihan AI gratis dan terstruktur ini tercatat telah diikuti oleh lebih dari 14.200 mahasiswa.

Peran Inkubator Pemerintah

Di sisi lain, Head of Partnerships Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI, Mizan Lazuardi menyambut positif pergerakan inovasi dari kalangan mahasiswa ini.

GSIH yang diproyeksikan sebagai pusat inkubasi (hub) inovasi nasional ini, berkomitmen untuk mendampingi para perintis perusahaan rintisan (startup) hingga mampu berdiri sendiri dan laku di pasaran.

"Ketika teman-teman graduate (lulus) dari program inkubasi, kami punya Startup Studio Indonesia sebagai akselerator. Kami juga punya program Hub.id, dan itu program nasional," jelas Mizan.

Mizan menegaskan, ekosistem yang dibangun oleh pemerintah tidak hanya berupa pelatihan dan infrastruktur fisik workspace semata, tetapi juga didukung dengan bimbingan ratusan mentor spesialis dari berbagai latar belakang industri.

"Kalau butuh mentor teknis IT, hukum (legal), perpajakan, kesehatan, hingga manufaktur, kami punya orangnya," ujar Mizan.

Sementara itu, Head of Government and Regulatory Affairs IBM Indonesia, Angga Airlangga, berharap penuh agar inisiatif pelatihan lintas disiplin ilmu ini mampu mereduksi ketimpangan akses teknologi.

Selain ilmu teknis, setiap peserta nantinya akan mengantongi kredensial resmi. Sertifikasi ini diharapkan dapat melengkapi kekuatan ijazah formal mereka sebagai bekal tambahan untuk bersaing di kerasnya dunia kerja.

"Kami berharap dukungan penuh dari berbagai komunitas maupun pelaku industri untuk mengenali dan membuka peluang bagi talenta-talenta yang sedang kami kembangkan ini," pungkas Angga.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya