Berita

Rendang Domba Premium Inovasi IPB University. (Foto: Istimewa)

Makro

Rendang Domba Premium Inovasi IPB University Bidik Pasar Global

KAMIS, 29 OKTOBER 2026 | 05:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Rendang domba premium yang dikembangkan dari hasil penelitian IPB University terbukti bisa disimpan hingga tiga tahun. Inovasi ini berawal dari penelitian Prof Asep Gunawan bersama tim peneliti Fakultas Peternakan IPB University sejak 2016.

Kehadiran rendang domba premium dilatarbelakangi tantangan konsumsi daging domba yang dikenal beraroma kuat, bertekstur alot, serta berkandungan lemak dan kolesterol yang kerap dikeluhkan konsumen. 

“Untuk menjawab tantangan tersebut, tim menggunakan teknologi SheepLight berbasis loop-mediated isothermal amplification (LAMP) untuk mendeteksi penanda genetik dalam seleksi domba premium. Sasarannya menciptakan daging yang lebih empuk, beraroma khas lebih rendah, dan berprofil asam lemak lebih baik,” kata Prof Asep selaku inovator dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.
 

 
Selain itu, rendang dipilih sebagai produk hilirisasi karena telah dikenal mancanegara dan memiliki identitas yang kuat. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan diferensiasi kualitas yang menjadi keunggulan produk akhir.

Pengembangan domba premium melibatkan kelompok peternak dan pemangku kepentingan di tujuh provinsi: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Jambi, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur. Kolaborasi mencakup pembibitan, seleksi ternak, pendampingan budi daya, hingga penguatan manajemen pemeliharaan.

Tantangan berikutnya adalah pengendalian proses pengolahan. Prof Asep menjelaskan, agar tahan lama, pangalengan dikombinasikan dengan sterilisasi termal. 

Prosesnya mencakup pemilihan bahan baku, persiapan daging, pengolahan dengan bumbu rendang, pengisian kaleng, hingga penutupan kemasan secara hermetis. Produk kemudian disterilisasi dengan retort (mesin steril) dengan kombinasi suhu dan waktu yang sesuai.

Hasilnya, produk aman disimpan pada suhu ruang tanpa fasilitas pendingin, sehingga membuka peluang distribusi ke wilayah yang terbatas fasilitas pendinginnya. Hal ini membuka peluang distribusi yang luas ke wilayah yang terbatas fasilitas pendingin.

“Melalui rendang domba premium, kami ingin menunjukkan bahwa hasil penelitian pemuliaan ternak dapat memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang pasar baru, meningkatkan kesejahteraan peternak, sekaligus memperkenalkan produk pangan inovatif Indonesia kepada dunia,” ungkap Prof Asep.

Menyasar Pasar Global

Seiring penguatan hulu, potensi pasar dijajaki melalui komunitas diaspora Indonesia dan konsumen kuliner Asia, khususnya di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Upaya ini membuka peluang bagi rendang domba premium menjangkau pasar lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah produk peternakan lokal.

“Bagi kami, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari publikasi ilmiah atau teknologi yang dihasilkan, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat. Melalui hasil penelitian ini kami dapat memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang pasar baru, meningkatkan kesejahteraan peternak, sekaligus memperkenalkan produk pangan inovatif Indonesia kepada dunia,” pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya