Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani bertemu sejumlah pimpinan perusahaan di Shanghai, China, pada 22-23 Oktober 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Rosan menjajaki investasi di empat sektor strategis, mulai dari hilirisasi Aspal Buton, industri tekstil, energi, hingga otomotif dan kendaraan listrik.
“Kami ingin menerjemahkan peluang kerja sama investasi menjadi rencana implementasi yang konkret, mulai dari kapasitas produksi dan teknologi, pengembangan industri di dalam negeri, hingga tindak lanjut komersial bersama pemangku kepentingan terkait dan Danantara Indonesia,” ujar Rosan dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.
Adapun empat sektor penjajakan investasi tersebut meliputi:
1. Hilirisasi Aspal Buton
Xi’an Zhongli Asphalt Co., Ltd. menyampaikan rencana investasi senilai 60 juta Dolar AS (Rp1,09 triliun) untuk membangun pabrik aspal berbasis Aspal Buton berkapasitas 600.000 ton per tahun di Pulau Jawa.
Investasi tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai kapasitas penuh. Pengembangan pabrik ini ditujukan untuk mengurangi impor aspal minyak sekaligus membuka peluang ekspor.
2. Penguatan Industri Tekstil dan Implementasi IEU-CEPA
Dalam kesempatan itu, Rosan juga bertemu H&M Group asal Swedia bersama sembilan mitra rantai pasoknya dari China dan Hong Kong yang berinvestasi pada sembilan pabrik baru di Jawa. Investasi tersebut mencakup industri pencelupan benang, tenun, rajut, penyempurnaan tekstil, hingga garmen.
H&M menyatakan kesiapan menjadi percontohan penerapan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) bagi merek fesyen Eropa. Para mitra rantai pasok juga menyampaikan kebutuhan terkait kemudahan perizinan dan akses energi hijau yang akan ditindaklanjuti bersama instansi terkait.
3. Program Waste-to-Energy dan PLTS 100 GW
Weiming Environment Protection, mitra pengembang proyek pembangkit listrik tenaga sampah di Denpasar Raya, Bali, dan Bogor Raya, melaporkan bahwa sebagian besar konstruksi sipil kedua proyek telah rampung.
Kedua proyek tersebut kini memasuki tahap pemasangan peralatan dan ditargetkan beroperasi pada 2027.
Weiming juga tengah membangun pabrik peralatan pembangkit listrik tenaga sampah di Cilegon, Banten, yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2027 untuk memperkuat kandungan lokal program tersebut. Perusahaan itu turut menyampaikan minat investasi sebesar 1 gigawatt (GW) dalam program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW.
Selain itu, Rosan bertemu Chairman Tsingshan Group Xiang Guangda untuk membahas tindak lanjut investasi Tsingshan di Indonesia, termasuk pengembangan kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Maluku Utara.
4. Industri Otomotif dan Kendaraan Listrik
Rosan dan Geely Auto Group membahas peluang kerja sama pengembangan industri otomotif dan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Ia mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti seluruh penjajakan tersebut bersama perusahaan dan kementerian/lembaga terkait agar dapat segera direalisasikan.
Berbagai kerja sama itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas industri nasional, memperkuat rantai pasok dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, menciptakan lapangan kerja, serta memperluas pasar ekspor Indonesia.