Berita

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kedua dari kiri). (Foto: Istimewa)

Politik

Ahok Kupas Nasib Gen Z di Tengah Bobroknya Pengelolaan Negara

RABU, 28 OKTOBER 2026 | 23:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Persoalan transparansi anggaran, pembagian hasil sumber daya alam, hingga penegakan hukum menjadi sorotan dalam dialog antargenerasi yang digelar DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga bersama Millennium Public Pulse 28, Rabu, 28 Oktober 2026.

Empat narasumber, yakni Tom Lembong, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Saddam Permana, dan Gustika Jusuf Hatta, membahas bagaimana kebijakan negara dalam mengelola uang rakyat berpengaruh terhadap masa depan Generasi Z.

Dalam diskusi yang dimoderatori M. Syaeful Mujab itu, Ahok menekankan pentingnya transparansi anggaran dengan memanfaatkan teknologi untuk mencegah kebocoran keuangan negara.


Ia mengklaim telah menerapkan keterbukaan anggaran saat memimpin Jakarta, termasuk menyediakan informasi belanja pemerintah yang dapat diakses masyarakat.

"Saya di DKI berani buka semua. Sampai beli air minum kemasan Anda bisa baca di dalam website," ujarnya.

Ahok juga mendorong masyarakat menyuarakan pentingnya undang-undang pembuktian terbalik terhadap harta pejabat. Menurutnya, aturan tersebut diperlukan agar negara dapat menyita kekayaan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Selain transparansi, Ahok menyoroti pembagian hasil sumber daya alam yang dinilai perlu memberikan porsi lebih besar kepada daerah penghasil.

"Kalau produksi emas 1.000 ton, 200 ton adalah milik daerah. Tinggal pusat dapat 20 persen sebagai management cost," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Ahok menegaskan, jabatan publik semestinya dijalankan untuk mewujudkan keadilan sosial, bukan sekadar mengejar kekuasaan.

"Jadi kita harus jadi pejabat adalah administrator untuk mewujudkan keadilan sosial," tegas Ahok.

Sementara itu, Saddam Permana menyoroti persoalan penegakan hukum yang dinilai masih kerap bergantung pada tekanan publik dan viralitas kasus di media sosial. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah "no viral, no justice".

"Kalau kita membahas sustainability, I do believe that responsibility terbesar ada pada aparat penegak hukum itu sendiri," tegasnya lagi.

Adapun Gustika Jusuf Hatta menyoroti kebijakan anggaran yang dinilai belum berpihak pada kebutuhan generasi muda. Ia menyinggung sejumlah riset yang menunjukkan peningkatan minat baca Generasi Z, tetapi anggaran perpustakaan justru dipotong.

"Tapi dengan fakta itu, malahan anggaran perpustakaan dipotong," ujarnya.

Menurut Gustika, persoalan tersebut mencerminkan lemahnya pemanfaatan data dalam proses pengambilan kebijakan. Padahal, data yang dikumpulkan melalui berbagai riset semestinya menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan prioritas anggaran.

"Banyak data yang dikumpulkan dengan banyak tenaga yang selalu disodorkan ke pembuat kebijakan tapi selalu kayaknya nggak pernah dilihat," jelasnya.

Dialog tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda yang digelar PDI Perjuangan. Millennium Public Pulse 28 dirancang sebagai ruang dialektika yang berlangsung setiap tanggal 28 hingga puncak peringatan satu abad Sumpah Pemuda pada 2028.

Forum itu menyoroti pentingnya kebijakan anggaran yang transparan, tepat sasaran, dan berorientasi jangka panjang karena keputusan pemerintah hari ini turut menentukan masa depan generasi muda.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya