Berita

Praktisi penggerak pemuda tani Andik Nur Prabowo (tengah) saat menjadi narasumber Dialog Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu 28 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Sektor Pertanian Era Prabowo Kembali Diminati Anak Muda

RABU, 28 OKTOBER 2026 | 19:24 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sektor pertanian di era Presiden Prabowo Subianto kembali diminati generasi muda karena hasilnya makin membaik.

Pasalnya, pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang menguntungkan, seperti Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah yang membaik di level Rp6.500 per kilogram (kg) untuk Gabah Kering Panen (GKP)

Selain itu, pupuk subsidi tersedia secara kontinu, program pompanisasi hingga penyerapan hasil tani melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


“Sekarang harga gabah di lapangan bisa tembus Rp8.500. Harga itu berada di atas HPP Rp6.500 per kilogram," kata praktisi penggerak pemuda tani Andik Nur Prabowo, dikutip dari Dialog Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu 28 Oktober 2026. 

Sebagai gambaran, sebelum tahun 2025, harga Gabah Kering Panen di tingkat petani sulit menyentuh harga Rp6.000. Bahkan di tahun 2021 hanya berada di angka Rp4.500-Rp4.900. 

Namun sejak tahun 2025, pemerintah menetapkan HPP Gabah Kering Panen sebesar Rp6.500 per kg. Setelah itu, harga gabah di tingkat petani tidak pernah turun di bawah HPP.

Perbaikan paling terasa adalah sarana produksi dan irigasi. Belum lagi pupuk subsidi datangnya lebih awal. 

"Dulu sering telat, waktu pemupukan belum datang," kata Andik. 

Akibatnya petani terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya tiga sampai empat kali lipat. 

Di sisi lain, kata Andik, Program MBG turut mendongkrak sektor pertanian.

"Beras harganya stabil," kata Andik.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya