Berita

Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Pemerintahan

Bahlil: Kontraktor Migas Jangan Cuma Teken Kontrak!

RABU, 28 OKTOBER 2026 | 19:01 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyentil kontraktor migas yang lamban merealisasikan proyek di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang turut mengancam stabilitas energi kawasan.

Bahlil yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi itu menyinggung ketegangan yang belakangan terjadi di Asia Tenggara dan memperingatkan dampaknya terhadap negara-negara di kawasan. Menurutnya, perebutan sumber energi berpotensi memicu persoalan yang lebih luas.

“Hati-hati gara-gara minyak ini bisa terjadi ketegangan di mana-mana. Terakhir beberapa hari ini juga terjadi ketegangan di kawasan Asia Tenggara. Ini bisa bahaya, berdampak sistemik, masif dan terstruktur ini,” kata Bahlil dalam acara FOREK Hulu Migas 2026 di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.


Di tengah situasi tersebut, Indonesia masih menghadapi pekerjaan berat untuk meningkatkan produksi minyak. Konsumsi nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara lifting domestik baru berkisar 600 ribu hingga 605 ribu barel per hari.

Setelah memperhitungkan pemanfaatan CPO untuk program biodiesel B50, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 700 ribu hingga 750 ribu barel minyak per hari.

Bahlil pun menyentil kontraktor yang sudah mengantongi konsesi dan menyelesaikan rencana pengembangan atau Plan of Development (POD), tetapi belum juga mengeksekusi proyeknya.

“Kalau tidak mampu, serahkan konsesi itu kepada negara. Nanti kita akan menawarkan kepada siapa yang bisa mengerjakan, termasuk Pertamina,” kata Bahlil.

Ia menegaskan, percepatan proyek menjadi keharusan untuk mendongkrak lifting nasional. Pemerintah, kata Bahlil, membutuhkan pelaku usaha yang serius mengeksekusi proyek, bukan sekadar menyelesaikan urusan administratif.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya