Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Politik

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

RABU, 28 OKTOBER 2026 | 18:22 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemerintahan Prabowo Subianto menghadapi tantangan ekonomi yang tidak ringan menjelang pelaksanaan APBN 2027.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai tekanan moneter dan fiskal perlu menjadi perhatian serius pemerintah karena stabilitas keuangan merupakan salah satu fondasi bagi keberhasilan program prioritas nasional.

“Memasuki tahun ketiga, APBN 2027 menghadapi tekanan moneter dan fiskal yang sangat kuat. Ini tantangan yang harus direspons Prabowo,” kata Amir, dikutip Rabu 28 Oktober 2026.


Amir berpendapat bahwa stabilitas keuangan yang baik diperlukan agar program Asta Cita dapat berjalan secara efektif. Tanpa pengelolaan fiskal yang sehat dan kondisi moneter yang terkendali, pelaksanaan berbagai agenda pemerintah berisiko menghadapi hambatan.

Karena itu, Amir meminta pemerintah menjaga keseimbangan antara ambisi menjalankan program prioritas dan kemampuan keuangan negara.

Menurut dia, perampingan kabinet juga perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari evaluasi efektivitas pemerintahan. 

Struktur kementerian yang lebih ramping, apabila disertai pembagian tugas yang jelas, diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan mengurangi tumpang tindih kewenangan.

Meski demikian, efisiensi kabinet harus diukur berdasarkan hasil kerja, bukan hanya jumlah kementerian atau pejabat yang dikurangi.

Amir turut menyinggung hubungan pemerintah dengan ulama. Ia berpandangan bahwa ulama perlu memiliki kebebasan dalam menjalankan peran sosial dan keagamaannya tanpa terikat pada kepentingan partai politik tertentu.

Dalam pandangannya, komunikasi antara presiden dan ulama tetap penting untuk menjaga hubungan pemerintah dengan masyarakat. Namun, hubungan tersebut sebaiknya tidak berubah menjadi instrumen untuk mengarahkan ulama pada kepentingan politik praktis.

Amir menilai Prabowo perlu menjaga komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan ulama, sekaligus menghormati independensi mereka.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya