Berita

Professor of Science, Technology, and Society Sociology Programme, School of Social Sciences Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Sulfikar Amir. (Foto: Tangkapan Layar)

Politik

Sulfikar Amir:

Singapura Lebih Butuh Indonesia

RABU, 28 OKTOBER 2026 | 13:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Hubungan Indonesia dan Singapura dibangun di atas kepentingan yang saling membutuhkan. Meski memiliki keterbatasan sumber daya alam, Singapura mampu menjaga ketahanan ekonominya melalui strategi menjalin hubungan baik dengan negara-negara yang dapat memenuhi kebutuhannya.

Professor of Science, Technology, and Society Sociology Programme, School of Social Sciences Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Sulfikar Amir, mengatakan Indonesia dan Singapura sama-sama memiliki kepentingan dalam hubungan bilateral. Namun, menurutnya, Singapura justru memiliki ketergantungan lebih besar terhadap Indonesia.

“Saya bisa mengatakan sebenarnya Singapura lebih butuh Indonesia daripada Indonesia butuh Singapura,” ujar Sulfikar lewat kanal Youtube Hendri Satrio, Rabu, 28 Oktober 2026.


Ia menjelaskan, keterbatasan sumber daya alam membuat Singapura harus cermat membangun hubungan dengan negara lain. Salah satu strategi yang diterapkan adalah menghindari permusuhan dan menjaga persahabatan dengan berbagai negara, terutama yang memiliki sumber daya yang dibutuhkan.

“Mereka tahu mereka kecil, mereka sadar tidak punya sumber daya alam. Satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan satu strategi yang sederhana, don't make enemies,” jelasnya.

Menurut Sulfikar, strategi tersebut tercermin dari ketergantungan Singapura terhadap impor pangan. Sekitar 90 persen kebutuhan pangan negara tersebut, mulai dari ikan, sayuran, beras, hingga buah-buahan, dipenuhi melalui impor.

Namun di sektor energi, Singapura juga menunjukkan kemampuan mengembangkan industri meski tidak memiliki sumber minyak mentah sendiri. Negara itu menjadi salah satu eksportir produk minyak terbesar di dunia dengan mengandalkan pengolahan minyak mentah yang dibeli dari negara lain.

“Singapura tidak punya minyak tapi Singapura adalah eksportir produk minyak terbesar nomor tiga di dunia,” ungkapnya.

Sulfikar menjelaskan, industri minyak menyumbang hampir 20 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Singapura. Negara tersebut mengimpor minyak mentah, menyimpannya, lalu mengolahnya menjadi berbagai produk untuk dijual kembali ke negara lain, termasuk Indonesia.

Gambaran tersebut menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Singapura tidak hanya berkaitan dengan kedekatan geografis, tetapi juga keterkaitan kepentingan ekonomi. 

Di tengah persoalan pasokan gas, karhutla, dan dinamika pasar modal terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI), hubungan kedua negara tetap memiliki ruang untuk dikelola melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya