Berita

CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani (tengah), COO Danantara Indonesia Dony Oskaria (kiri) dan CIO Danantara Pandu Patria Sjahrir di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Istimewa)

Makro

Guru Besar Unilak Apresiasi Reformasi Besar BUMN

RABU, 28 OKTOBER 2026 | 11:28 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menjalankan agenda penataan dan reformasi BUMN arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan mengoptimalkan aset negara. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan perusahaan negara agar lebih produktif, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional. 

Guru Besar Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru sekaligus mantan Rektor Universitas Simalungun periode 2014-2018, Prof. Dr. Marihot Manullang, menilai agenda reformasi BUMN perlu didukung sebagai upaya strategis untuk memperbaiki kinerja perusahaan negara sekaligus memastikan pengelolaan kekayaan negara berjalan lebih efektif dan akuntabel.


“Langkah Presiden Prabowo dalam membenahi BUMN patut diapresiasi. Arahan untuk memperkuat efisiensi dan meningkatkan produktivitas harus diterjemahkan menjadi kebijakan nyata," kata Marihot dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 28 Oktober 2026

Marihot melihat Chief Rosan Roeslani bersama Kepala BP BUMN memiliki peran penting untuk memastikan agenda pembenahan tersebut berjalan secara terukur dan berorientasi pada hasil.

Menurutnya, penataan BUMN merupakan bagian penting dari upaya memperbaiki struktur dan kinerja perusahaan negara. Reformasi dibutuhkan agar perusahaan yang berada dalam ekosistem BUMN memiliki arah bisnis yang lebih jelas, struktur organisasi yang efisien, serta kemampuan menghasilkan nilai ekonomi yang lebih optimal.

“Ini sungguh pencapaian luar biasa dan Pak Rosan layak dipuji, karena di bawah kepemimpinannya Danantara telah berhasil melakukan perampingan atau streamlining terhadap 364 perusahaan dan menargetkan jumlah tersebut mencapai 700,” kata Marihot. 

Ia menilai, keselarasan antara arahan Presiden dan pelaksanaan kebijakan oleh Rosan Perkasa Roeslani merupakan aspek penting dalam memastikan reformasi berjalan konsisten.

Apresiasi turut diberikan kepada Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria yang terus melakukan penataan BUMN dalam meningkatkan efisiensi, dan memperkuat BUMN untuk kemaslahatan bangsa.

“Saya juga mengapresiasi Kepala BP BUMN, karena upaya penataan yang dilakukannya ini akan mampu meningkatkan efisiensi, mendongkrak keuntungan, dan menjadikan BUMN semakin profesional serta berdaya saing,” kata Marihot.

Diketahui, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mencatat laba bersih gabungan badan usaha milik negara (BUMN) meningkat 18,4 persen secara tahunan menjadi Rp214,9 triliun pada Januari-Agustus 2026 seiring dengan transformasi pengelolaan perusahaan pelat merah. 

Kepala BP BUMN Dony Oskaria memaparkan capaian tersebut dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin 26 Oktober 2026. 

"Karena itu tadi, transformasi yang sudah kita lakukan memberikan hasil," kata Dony.

Kemudian, Marihot turut mendukung penataan perusahaan negara yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat keuntungan, dan mengoptimalkan kontribusi BUMN bagi perekonomian nasional.

“Saya mendukung target laba BUMN sebesar Rp334 triliun pada 2026. Dengan komitmen dan roadmap yang jelas, saya yakin langkah ini mampu meningkatkan efisiensi, memperkuat keuntungan perusahaan, dan memberikan kontribusi lebih besar bagi negara serta kesejahteraan rakyat,” kata Marihot.

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan perampingan perusahaan sebanyak 364 perusahaan BUMN. Langkah ini diambilnya untuk meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan aset negara.

“Angka ini akan terakselerasi sampai dengan bulan Desember, sehingga target kami untuk bisa melakukan streamlining, insyaAllah mencapai 700 perusahaan itu bisa terwujud di akhir bulan Desember,” kata Rosan.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya