Berita

Inisiator QUTB GLOBAL Indonesia, Hery Haryanto Azumi. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

RABU, 28 OKTOBER 2026 | 05:28 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

QUTB GLOBAL Indonesia mengapresiasi Pemerintah Republik Indonesia dan penyelenggara konser Andrea Bocelli di Indonesia. Organisasi tersebut berharap momentum pertunjukan musik internasional itu turut memperkuat solidaritas kemanusiaan, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, dan komitmen mewujudkan perdamaian dunia.

Inisiator QUTB GLOBAL Indonesia, Hery Haryanto Azumi, menilai seni dan musik dapat menjadi ruang perjumpaan lintas bangsa, agama, dan kebudayaan. Namun, makna sebuah peristiwa kebudayaan tidak semestinya berhenti pada kemegahan pertunjukan, melainkan juga membuka ruang bagi pesan kemanusiaan dan kepedulian terhadap penderitaan masyarakat dunia.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Indonesia dan seluruh penyelenggara yang telah berupaya menghadirkan konser Andrea Bocelli sebagai momentum kebudayaan yang bermakna. Kami berharap peristiwa ini sekaligus memperkuat komitmen bersama terhadap Free Palestine dan perdamaian dunia,” ujar Hery dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026. 


“Musik seharusnya tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga membangkitkan nurani kemanusiaan, mempererat persaudaraan, dan mengingatkan kita bahwa setiap bangsa berhak hidup dalam kemerdekaan, keadilan, dan martabat,” tambahnya. 

Menurut Hery, dukungan terhadap Palestina merupakan bagian dari komitmen universal untuk menghormati hak suatu bangsa menentukan masa depannya sendiri dan hidup tanpa penindasan. Seruan tersebut, katanya, perlu diwujudkan melalui dukungan kemanusiaan, diplomasi perdamaian, serta upaya internasional yang mendorong perlindungan warga sipil.

Ia juga mengaitkan pesan tersebut dengan amanat konstitusi Indonesia. Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 secara tegas menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Bagi QUTB GLOBAL Indonesia, prinsip tersebut menjadi landasan untuk terus menyuarakan perdamaian sekaligus mendorong tindakan nyata yang membantu masyarakat terdampak konflik.

“Perdamaian dunia tidak akan memiliki makna yang utuh selama masih ada bangsa yang hidup dalam penderitaan dan kehilangan hak atas kemerdekaannya. Free Palestine adalah seruan kemanusiaan, seruan keadilan, dan harapan bagi terwujudnya perdamaian yang bermartabat. Kami ingin Indonesia terus menjadi bagian penting dari diplomasi perdamaian dunia, dengan menjadikan seni, kebudayaan, dan dialog antarperadaban sebagai sarana memperkuat solidaritas global,” jelas Hery.

Ia menambahkan, momentum konser juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas inisiatif kemanusiaan, termasuk penggalangan bantuan bagi masyarakat Palestina. Upaya tersebut perlu dijalankan melalui mekanisme yang transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan agar bantuan benar-benar mendukung kebutuhan masyarakat yang terdampak.

QUTB GLOBAL Indonesia mengajak pemerintah, penyelenggara kegiatan kebudayaan, dunia usaha, komunitas masyarakat, dan jejaring internasional untuk memperluas kolaborasi bagi perdamaian dan kemanusiaan. Kolaborasi itu dapat dilakukan melalui pertukaran budaya, pendidikan publik, bantuan kemanusiaan, dan dialog antarperadaban.

Bagi Hery, musik dan kebudayaan memiliki peluang menjadi jembatan persahabatan antarbangsa. Namun, nilai kemanusiaan yang dibawanya perlu tercermin pula dalam kepedulian terhadap mereka yang menghadapi perang, kekerasan, dan kehilangan hak-hak dasarnya.

QUTB GLOBAL Indonesia berharap konser Andrea Bocelli tidak hanya meninggalkan kesan artistik, tetapi juga menginspirasi kepedulian yang lebih luas terhadap Palestina dan berbagai upaya membangun tatanan dunia yang damai, adil, serta bermartabat.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya