Berita

Sosialisasi kemasan air minum berkualitas. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Masyarakat Diminta Kenali Kualitas Air Minum dari Ciri Kemasan

SELASA, 27 OKTOBER 2026 | 23:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Di tengah tingginya kebutuhan konsumsi air minum di Indonesia, pemahaman mengenai sumber air, proses pengolahan, higienitas, hingga standar pengujian menjadi semakin penting bagi keluarga. Data Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) Kementerian Kesehatan pada 2023 menunjukkan, akses masyarakat Indonesia terhadap air minum yang layak dikonsumsi baru mencapai 20,49 persen.

Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation AQUA, dr. Tria Rosemiarti, Dipl in Nutrition, MKK, menjelaskan kualitas air minum dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari sumber air, proses produksi, higienitas kemasan, pengujian kualitas, penyimpanan, hingga perlindungan produk sebelum dikonsumsi. 

“Kita sering kali melihat air hanya dari kejernihannya. Padahal, ada banyak aspek lain yang perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas air minum. Karena itu, keluarga perlu semakin kritis memahami sumber air, proses pengolahan, higienitas, hingga bagaimana kualitas produk dijaga sebelum sampai kepada konsumen. Untuk itu penting bagi keluarga mulai memperhatikan dan memeriksa keberadaan identitas merek dan produsen, label, izin edar, serta tutupnya,” kata Tria dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.


Hal lain yang perlu diperhatikan keluarga adalah keterlacakan produk. Galon bermerek seperti AQUA memiliki identitas produsen, label dan segel yang dapat diperiksa, izin edar dengan standar kualitas yang terus dipantau dan dipastikan oleh BPOM dan SNI, standar proses yang terdokumentasi, serta mekanisme pengendalian dan penelusuran kualitas. 

Sementara pada galon yang diisi ulang melalui depot air minum isi ulang atau kemasan tanpa identitas merek dan produsen yang jelas, informasi mengenai sumber air, proses pencucian, standar sanitasi, pengujian, serta penanggung jawab produk dapat berbeda-beda sehingga penting bagi konsumen untuk memastikan informasi tersebut. Untuk membedakannya, konsumen dapat memperhatikan desain dan kondisi tutup galonnya, galon yang dibeli pada depot air minum isi ulang memiliki desain yang berbeda dengan galon produksi AQUA.

Sejalan dengan hal tersebut, Dokter Spesialis Anak Mayapada Hospital Jakarta Timur, dr. Marlina Tanjung, Sp.A, Subsp. Neo (K) menyoroti bahwa kualitas dan higienitas air minum menjadi penting karena kontaminasi mikrobiologis dan logam berat yang tidak terlihat pada air dapat berdampak pada kesehatan keluarga terutama anak-anak baik dalam jangka pendek ataupun panjang. 

“Hidrasi bukan hanya soal cukup minum, tetapi juga memastikan air yang dikonsumsi bersih dan higienis. Air minum yang tidak terjaga higienitasnya dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, yang pada anak dapat mengganggu asupan dan penyerapan nutrisi serta berdampak pada proses tumbuh kembang,” tegasnya.
 
Dalam jurnal Safe Drinking Water and Its Impact on Children’s Growth and Development: A Systematic Review. International Journal of Environmental Research and Public Health, bahkan disebutkan bahwa gangguan kesehatan pencernaan dapat berpengaruh terhadap asupan dan penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung proses tumbuh kembang dan berpotensi dapat meningkatkan risiko stunting hingga 4,14 kali lebih tinggi.

Berangkat dari kondisi tersebut, AQUA memperkenalkan AQILA, karakter Gen Alpha yang memiliki rasa ingin tahu tinggi sebagai bagian dari upaya mengajak anak dan orang tua semakin kritis terhadap kualitas air minum yang mereka konsumsi sehari-hari. 

Melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana yang dekat dengan keseharian anak, AQILA mengajak keluarga mencari tahu dari mana air minum berasal, bagaimana kualitasnya dijaga, hingga hal-hal sederhana yang perlu diperhatikan melalui kemasan, label, serta tutup khas galon AQUA yang dirancang khusus untuk membantu menjaga keamanan dan  kualitas produk.

Dalam praktiknya, badan galon bermerek dapat digunakan kembali sehingga identitas pada badan galon belum tentu mencerminkan asal produk yang berada di dalamnya. Karena itu konsumen perlu memeriksa kemasan secara menyeluruh, termasuk bagian tutup dan identitas produk.

Tutup asli Galon AQUA yang langsung diproduksi oleh pabrik memiliki tampilan khas dengan kombinasi warna biru dan putih. AQUA menggunakan teknologi double injection yang memadukan tutup dan segel dalam satu kesatuan untuk membantu melindungi produk hingga kemasan dibuka oleh konsumen. 

Saat membeli, konsumen perlu memastikan tutup yang digunakan merupakan tutup AQUA dan masih dalam keadaan utuh, serta memeriksa label dan kondisi galon. Konsumen juga dapat mencocokkan kode produksi pada badan galon dengan kode produksi yang tertera pada bagian tutup.

Marketing Director AQUA, Adisti Nirmala, mengatakan rasa ingin tahu anak dapat menjadi pintu masuk bagi keluarga untuk membangun pemahaman mengenai kualitas air sejak dini. 

“Anak-anak saat ini tumbuh dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Melalui AQILA, kami ingin menjadikan rasa ingin tahu tersebut sebagai sesuatu yang positif dengan mengajak anak dan orang tua bersama-sama memahami apa yang mereka konsumsi setiap hari, termasuk mengenali kualitas air minum dengan cara yang sederhana dan menyenangkan,” ucap Adisti.

Sebagai cara sederhana untuk membantu keluarga memahami kualitas Galon AQUA, AQILA juga memperkenalkan kriteria AQUAAH: Alami, karena berasal dari sumber air pegunungan terpilih dengan kandungan mineral seimbang; Quality Control yang ketat, melalui 400 parameter standar kualitas secara menyeluruh; Untung dan ekonomis ditambah promo dan manfaat tambahan dari program Keluarga Sehat AQUA; Aman, dengan menggunakan galon PET yang memenuhi persyaratan keamanan pangan/BPA Free dan ditutup dengan teknologi double injection; Adem, dengan kesegaran alami tanpa perlu didinginkan; serta Higienis, melalui proses screening, sterilisasi, dan sanitasi hingga 20 kali menggunakan air bertekanan tinggi.

Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Timur, dr. Dina Hanum, MARS juga mengungkapkan bahwa Mayapada Hospital Jakarta Timur mendukung inisiatif edukasi kampanye kesehatan seperti ini. 

"Kami percaya bahwa pemenuhan hidrasi dan kualitas air minum yang baik merupakan salah satu fondasi penting kesehatan keluarga, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak. Selaras dengan komitmen Mayapada Hospital Jakarta Timur sebagai Family Friendly Hospital dengan semangat menghadirkan layanan kesehatan yang unggul bagi setiap generasi, kami terus mendampingi keluarga membangun kebiasaan hidup sehat melalui edukasi serta layanan pediatrik dan tumbuh kembang anak yang komprehensif,” tutur Dina.
 
Ibu Bijak AQUA, Sindy Fung, mengatakan karakter anak Gen Alpha yang kritis dan terbiasa bertanya dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mulai membangun literasi mengenai apa yang dikonsumsi keluarga.

“Rasa ingin tahu anak sebenarnya bisa menjadi kesempatan bagi orang tua untuk membangun kebiasaan baik. Anak bisa diajak untuk bertanya dari mana air yang diminumnya berasal, melihat label dan kemasannya, sampai memahami mengapa kita harus cermat memilih apa yang dikonsumsi,” ujar Sindy Fung.

AQUA berharap edukasi mengenai kualitas air tidak berhenti pada orang tua. Anak juga dapat dilibatkan melalui pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kesehariannya sehingga kebiasaan untuk bertanya, mencari informasi, dan menjadi konsumen yang lebih cermat dapat tumbuh sejak dini.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya