Berita

Proyek Masela. (Dok. SKK Migas)

Energi

Setelah 28 Tahun Menanti

Desain Proyek Masela Rampung Lebih Cepat

SELASA, 27 OKTOBER 2026 | 18:27 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Desain proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela rampung tiga bulan lebih cepat dari target. 

Seluruh pekerjaan Front End Engineering Design (FEED) diselesaikan pada Oktober 2026, lebih awal dari jadwal semula pada akhir tahun ini.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, percepatan tersebut dicapai melalui koordinasi intensif dengan Inpex Masela dan para mitra proyek.


“Kami meeting-meeting hampir tiap minggu supaya ini bisa lebih cepat. Alhamdulillah, akhirnya lebih cepat tiga bulan, Oktober selesai,” kata Djoko di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pekerjaan FEED mencakup empat bagian utama, yakni jaringan pipa bawah laut, pipa ekspor gas, fasilitas produksi terapung (FPSO), dan fasilitas LNG. Proses desain juga diperkuat melalui tinjauan independen yang melibatkan lebih dari 200 profesor dan doktor serta tiga perguruan tinggi.

“Dengan kompleksitas pekerjaan dan skala yang cukup besar tersebut tidaklah mudah, namun dengan kolaborasi dan upaya kita bersama, FEED tersebut dapat diselesaikan lebih cepat dari jadwal secara keseluruhan,” kata Djoko.

Proyek Abadi Masela sendiri telah berjalan sejak 1998. Setelah hampir 28 tahun dinantikan, Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking proyek tersebut pada 16 Juli 2026 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Dengan rampungnya FEED, SKK Migas berharap pengembangan proyek segera berlanjut ke tahap keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID). Proyek ini dirancang menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun dan ditargetkan mulai berproduksi secepatnya, dengan harapan paling lambat akhir 2030, sesuai pernyataan Djoko.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya