Berita

Menko PM Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (tengah) dalam puncak penganugerahan Mandaya Awards & Innovilleague 2026 di Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Oktober 2026 (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Pemerintahan

Kejar Nol Kemiskinan Ekstrem, Data Bansos Disaring Pakai AI

SELASA, 27 OKTOBER 2026 | 15:55 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Pemerintah mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pemutakhiran data bantuan sosial (bansos). 

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran sekaligus mendukung target penghapusan kemiskinan ekstrem.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan, digitalisasi data bansos kini mulai menggunakan AI untuk membantu proses pencocokan dan pemutakhiran data penerima.


“Ini sudah pakai AI. Tapi ini proses awal, terus masih harus diperbaiki,” kata Cak Imin usai puncak penganugerahan Mandaya Awards & Innovilleague 2026 di Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Oktober 2026.

Menurut Cak Imin, sistem tersebut tidak hanya digunakan untuk mendata masyarakat yang berhak menerima bantuan, tetapi juga melakukan pencocokan dengan kondisi aktual di lapangan.

Data penerima juga dapat diperbarui apabila kondisi ekonomi masyarakat berubah. Bahkan, penerima yang sudah tidak memenuhi kriteria dapat dikeluarkan dari daftar bansos.

“Kalau sudah tidak layak, misalnya rumahnya sudah bagus, itu bisa dikeluarkan. Jadi kita proaktif mendaftarkan, kemudian kita cross-check,” ujar Cak Imin.

Pemanfaatan teknologi tersebut berjalan dalam kerangka Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah berupaya memastikan data perlindungan sosial terus diperbarui sehingga bantuan tidak sekadar mengandalkan daftar penerima lama.

Langkah itu menjadi penting karena pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem mencapai nol pada akhir 2026. 

Cak Imin menyebut sekitar 1,1 juta orang telah berhasil keluar dari kemiskinan ekstrem selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di sisi lain, Cak Imin menekankan pentingnya perubahan paradigma dari sekadar memberikan bantuan menjadi mendorong masyarakat agar mandiri secara ekonomi.

“Yang pertama, merubah cara pikir, pijakan untuk paradigma pembangunan yaitu dari bantuan sosial menjadi pemberdayaan. Tekanya, bansos sementara berdaya selamanya,” kata Cak Imin.

Karena itu, pembaruan data tidak hanya diperlukan untuk memastikan bansos tepat sasaran, tetapi juga untuk melihat apakah penerima masih berada dalam kondisi miskin atau sudah mampu beralih menjadi pelaku ekonomi.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya