Berita

Foto surat keterangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Nomor: 9149/DD1/KS/2019 (Tangkapan layar/RMOL)

Publika

Suket Gibran Bodong

SELASA, 27 OKTOBER 2026 | 15:01 WIB

PENELITI independen Bonatua Silalahi berulah lagi. Ia menemukan link UTS Insearch dan mendapatkan program-program yang ditawarkan UTS Insearch periode 2004-2007, di mana diklaim dalam riwayat pendidikan Wapres Gibran Rakabuming Raka dan disebutkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi, bersekolah di sana.

Ternyata, berdasarkan temuan Bonatua Silalahi, tidak ada program seperti yang diklaim Wapres Gibran dalam Surat Keterangan (Suket) penyetaraan yang diterbitkan Kementerian Dikdasmen sebagai persyaratan untuk mendaftarkan sebagai Cawapres 2024, lalu.

Suket itu sendiri diperoleh juga oleh Bonatua Silalahi lewat persidangan panjang di Komisi Informasi Pusat (KIP). 


Denny Indrayana dan yang lainnya tidak akan bisa berbuat apa-apa, kalau tidak ada temuan-temuan dari Bonatua Silalahi.

Makanya, saya katakan sebelumnya, bahwa lawan berat Wapres Gibran, termasuk Jokowi, tidak saja Denny Indrayana, Mercy Sihombing, Roy Suryo, dan Dokter Tifa, tapi Bonatua Silalahi. 

Sebab, modal Bonatua itu tidak hanya kata-kata, tapi bukti-bukti.

Kini, Bonatua menemukan lagi bukti bahwa program yang diklaim Wapres Gibran dalam Suket itu tidak ada di UTS Insearch, pada masanya. 

Jadi, tidak hanya Suket-nya yang diduga bodong, tapi juga isinya. Tapi, itu kan resmi dari lembaga resmi, "klaim loyalis Gibran.

Artinya, kendati Wapres Gibran sempat mengklaim bahwa mustahil ia tak lulus setara SMA, sementara ia tamatan sarjana. 

Ini juga bisa dibantah dengan temuan Bonatua itu. Bonatua sendiri mengaku ada "orang baik" yang menghubungkan dengan bukti itu.

Bonatua sudah melaporkan Wapres Gibran dan KPU ke Bawaslu dengan temuannya itu. Kok, ke Bawaslu ya? Apa yang bisa dilakukan Bawaslu dengan bukti itu? 

Apakah Bawaslu berani memanggil Wapres Gibran dan KPU? Buat apa lagi itu dilakukan?

Kalaupun terbukti ada pelanggaran administratif terhadap KPU dan Wapres Gibran, apa lagi yang bisa dilakukan Bawaslu saat ini? 

Entahlah. Itulah mungkin cara Bonatua Silalahi untuk main aman di setiap langkahnya, tapi paling merepotkan.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya