Berita

Produksi gas bumi. (Foto: Kementerian ESDM)

Energi

Jangan Sampai Polemik Gas Singapura Ganggu Iklim Investasi

SELASA, 27 OKTOBER 2026 | 14:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Cara pemerintah Indonesia mengomunikasikan keputusan pengurangan ekspor gas ke Singapura dinilai terlalu agresif dan dikhawatirkan berdampak pada iklim investasi serta hubungan ekonomi kedua negara.

Ekonom Dipo Satria Ramli menilai, polemik pasokan gas seharusnya tidak berkembang menjadi ketegangan politik yang berpotensi memperumit hubungan ekonomi Indonesia dan Singapura.

“Yang sangat disayangkan adalah komunikasi yang sangat agresif dari pemerintah. Saya rasa ini juga karena mungkin timing-nya sangat tercampur antara isu pasokan gas, lalu isu karhutla dan isu MSCI,” kata Dipo, Selasa, 27 Oktober 2026.


Ia menyoroti pernyataan  Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang menyebut Indonesia tidak akan bekerja sama dengan negara yang tidak kreatif dan tidak menghargai Indonesia.

Dipo menilai pernyataan tersebut berpotensi ditafsirkan secara beragam karena tidak menjelaskan secara spesifik bentuk tindakan yang dianggap tidak menghargai Indonesia.

“Ini sangat multitafsir. Tidak menghargai Indonesia ini apa konteksnya, bagian mana yang tidak dihargai?” ujarnya.

Di sisi lain, Dipo juga menilai pernyataan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap kontrak komersial turut memperlihatkan mengerasnya komunikasi antara kedua negara.

Menurutnya, persoalan ekonomi yang semestinya dibahas melalui mekanisme bisnis dan kerja sama bilateral justru berisiko melebar menjadi polemik politik.

“Ini sudah jadi luas menjadi political circus, jadi sudah outside ekonomi sedikit,” kata Dipo.

Ia mengingatkan, Singapura merupakan mitra ekonomi penting bagi Indonesia. Hubungan kedua negara tidak hanya mencakup perdagangan energi, tetapi juga investasi dan pembiayaan.

Dipo mencontohkan penerbitan obligasi senilai 1,5 miliar yang berkaitan dengan Singapura sebagai salah satu gambaran eratnya hubungan ekonomi kedua negara.

Karena itu, ia menilai pemerintah perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang dari komunikasi yang tidak terukur. Jika gaya komunikasi yang keras terus berlanjut dari kedua pihak, kepercayaan investor terhadap iklim usaha Indonesia berpotensi ikut terdampak.

“Kita juga harus ingat Indonesia ini tidak punya refinery untuk minyak. Kita impor dari Singapura. Kita ekspor gas itu kecil ke Singapura, cuma kita impor dari Singapura itu besar juga. Jadi menurut saya banyak risiko juga,” pungkasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya