Berita

Ilustrasi

Bursa

Saham TPIA Sempat Sentuh Rp1.570, Transaksi Tembus Rp478 Miliar

SELASA, 27 OKTOBER 2026 | 14:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan nilai transaksi Rp478,67 miliar hingga pukul 14.14 WIB pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026. 

Aktivitas tersebut berlangsung ketika harga saham emiten petrokimia milik Grup Barito Pacific itu berada di level Rp1.445 per saham.

Pantauan RMOL berdasarkan data bursa,  saham TPIA sempat menyentuh harga tertinggi Rp1.570 dan terendah Rp1.445. Dengan demikian, harga terakhir yang tercatat berada di batas bawah rentang perdagangan hari itu.


Sepanjang periode pengamatan tersebut, sebanyak 317,31 juta saham TPIA berpindah tangan melalui 32.277 kali transaksi. Angka ini menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup ramai, meskipun belum dapat disimpulkan sebagai peningkatan minat investor tanpa membandingkannya dengan data pada periode yang sama.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, Senin, 26 Oktober 2026, saham TPIA dibuka di level Rp1.400, sempat naik hingga Rp1.510, dan turun ke posisi terendah Rp1.360. Saham ini kemudian ditutup di level Rp1.445.

Volume perdagangan pada Senin mencapai 448,97 juta saham dengan nilai transaksi Rp650,85 miliar melalui 43.946 kali transaksi.

Jika dibandingkan dengan data hingga pukul 14.14 WIB pada Selasa, volume perdagangan TPIA telah mencapai sekitar 70,7 persen dari volume sehari sebelumnya. Sementara itu, nilai transaksinya setara dengan sekitar 73,6 persen dari nilai perdagangan Senin.

Perbandingan tersebut belum sepenuhnya setara karena data Selasa masih merupakan data intrahari, sedangkan data Senin mencakup perdagangan satu hari penuh.

Bagian dari Grup Barito Pacific milik pengusaha Prajogo Pangestu ini merupakan perusahaan yang bergerak di sektor kimia, terutama petrokimia. Produk yang dihasilkan menjadi bahan baku bagi berbagai industri, mulai dari kemasan plastik, pipa, komponen otomotif, hingga barang elektronik.

Dalam perkembangannya, Chandra Asri memperluas portofolio bisnis ke sektor energi dan infrastruktur. Kegiatan tersebut mencakup pengelolaan aset pendukung industri, seperti fasilitas pelabuhan, penyimpanan, logistik, air, dan energi.

Ekspansi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan bisnis di luar manufaktur petrokimia. Chandra Asri juga memperluas jangkauan usahanya ke kawasan Asia Tenggara, termasuk melalui akuisisi aset energi dan kimia di Singapura.

Berdasarkan data kepemilikan saham perusahaan per 30 September 2026, PT Barito Pacific Tbk menjadi pemegang saham terbesar TPIA dengan kepemilikan 34,63 persen. Prajogo Pangestu tercatat memiliki 5,03 persen saham secara langsung.

Pemegang saham besar lainnya adalah SCG Chemicals Public Company Limited dengan kepemilikan 15,71 persen dan PT Top Investment Indonesia sebesar 15 persen. Marigold Resources Pte. Ltd. tercatat memiliki 3,92 persen saham.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kepemilikan TPIA tidak hanya melibatkan Grup Barito Pacific, tetapi juga investor strategis dari luar negeri, termasuk SCG Chemicals asal Thailand.

TPIA mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 26 Mei 2008 melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Dalam aksi tersebut, perusahaan menawarkan sekitar 728,4 juta saham kepada publik dengan harga penawaran Rp2.200 per saham.

Sejak pencatatan perdana, jumlah saham TPIA mengalami perubahan melalui sejumlah aksi korporasi, termasuk penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue serta pemecahan nilai nominal saham atau stock split.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya