Berita

Ekonom Dipo Satria Ramli. (Foto: tangkapan layar)

Energi

Ekonom Sebut Pangkas Ekspor Gas ke Singapura Langkah Tepat

SELASA, 27 OKTOBER 2026 | 14:05 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kebijakan pemerintah mengurangi ekspor gas ke Singapura dinilai tepat untuk memprioritaskan kebutuhan energi dalam negeri, terutama mengatasi persoalan pemadaman listrik di Batam dan sejumlah wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Ekonom Dipo Satria Ramli mengatakan, pengurangan ekspor gas tersebut perlu dilihat dari urgensi kebutuhan domestik. Terlebih, pemadaman listrik di Batam dan Kepri dalam beberapa bulan terakhir dilaporkan berlangsung hingga lebih dari satu hari dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

“Secara kebijakan, langkah pemerintah untuk mengurangi ekspor gas ke Singapura ini menurut saya adalah langkah yang tepat,” kata Dipo, Selasa, 27 Oktober 2026.


Ia menjelaskan, volume gas yang dikurangi relatif kecil sehingga kebijakan tersebut dinilai tidak akan mengganggu pasokan energi Singapura secara signifikan.

Menurut Dipo, aturan perundang-undangan di sektor minyak dan gas bumi (migas) juga memungkinkan gas diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri ketika terdapat persoalan domestik yang mendesak.

Dipo mengakui, pengurangan ekspor berpotensi menghilangkan sebagian penerimaan devisa. Namun, potensi kehilangan tersebut perlu dibandingkan dengan kerugian masyarakat akibat pemadaman listrik berkepanjangan.

“Ada potensi devisa yang hilang, tapi pemadaman listrik di Batam dan Kepulauan Riau ini sudah sangat urgent. Banyak masyarakat dirugikan dan ini langkah yang tepat,” tegasnya.

Meski mendukung kebijakan tersebut, Dipo menyayangkan cara pemerintah mengomunikasikan keputusan pengurangan ekspor gas. Menurutnya, penyampaian yang terlalu agresif berisiko menimbulkan persepsi negatif di kalangan investor.

Ia menilai, isu pengurangan pasokan gas ke Singapura berpotensi tercampur dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dinamika pasar modal terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Ketiga isu tersebut, kata Dipo, dapat memunculkan persepsi yang saling berkaitan, terutama karena terdapat perusahaan yang berbasis di Singapura tetapi beroperasi di Indonesia.

“Saya rasa ini juga karena mungkin timing-nya sangat tercampur antara isu pasokan gas, lalu isu karhutla dan isu MSCI,” ujarnya.

Karena itu, Dipo mengingatkan pemerintah agar lebih cermat dalam menyampaikan kebijakan strategis. Menurutnya, keputusan yang bertujuan melindungi kepentingan domestik tetap perlu disertai komunikasi yang terukur agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan pelaku usaha dan investor.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya