Menteri PKP Maruarar Sirait (Foto: BPMI Setpres)
Pemerintah meningkatkan program bedah rumah dari 45 ribu unit pada 2025 menjadi 400 ribu unit pada 2026.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, peningkatan jumlah rumah yang diperbaiki merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam sektor perumahan.
“Ini bagian program yang dibuat oleh negara, Presiden Prabowo itu, tahun lalu itu kita ada 45 ribu bedah rumah. Tahun ini ditingkatkan luar biasa menjadi 400 ribu rumah,” ungkap Maruarar di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Selasa, 27 Oktober 2026.
Selain memperluas program bedah rumah, pemerintah juga mendorong kepemilikan hunian melalui penyaluran rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Program tersebut diarahkan untuk membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat agar dapat memiliki rumah dengan pembiayaan yang terjangkau.
Maruarar juga melaporkan pengembangan industri genteng tanah liat berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Sebanyak 34 UMKM disebut telah lolos sertifikasi yang disampaikan sebagai SNI dan menyiapkan 2,4 juta genteng untuk mendukung kebutuhan bahan bangunan dengan kualitas yang terjaga.
“Ada 34 UMKM yang sudah lolos SND, yaitu kriteria kehandalan, artinya dia sudah punya suatu sertifikasi yang kuat, lolos, uji, dan 34 ini menyiapkan 2,4 juta genteng, produk UMKM, genteng dari tanah liat sehingga kualitasnya itu terjaga,” ujar Maruarar.
Pemerintah, lanjut Maruarar, mendorong penggunaan produk bahan bangunan lokal sesuai potensi masing-masing daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat UMKM sekaligus menghubungkan pelaksanaan program perumahan dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jadi kita ingin memberdayakan UMKM-UMKM lokal. Jadi kalau bisa produk Jawa Barat bisa dipakai di Jawa Barat. Produk Jawa Tengah bisa dipakai di Jawa Tengah. Sesudah Genteng kita juga akan ke tempat yang lain,” imbuh Maruarar.
Selain itu, Presiden Prabowo meminta persiapan program ASRI yang mengedepankan lingkungan yang nyaman, indah, sehat, serta melibatkan pemberdayaan UMKM.
“Kami juga sudah diminta menyiapkan untuk program ke depan, bagaimana program ASRI, Bapak Presiden itu sangat sekali ingin Indonesia itu nyaman, indah, memperdayakan UMKM, sehat,” pungkasnya.