Berita

Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial PT Inalum, Arif Haendra. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Energi

Dari Limbah Bauksit ke Bahan Baku Baja, Red Mud Masih Hadapi Tantangan Silika

SELASA, 27 OKTOBER 2026 | 10:33 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemanfaatan red mud atau residu pengolahan bauksit sebagai bahan baku industri baja masih menghadapi tantangan pemenuhan standar komersial, terutama terkait kadar besi dan kandungan silika dalam material tersebut.

Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Arif Haendra, mengatakan riset pengolahan red mud telah meningkatkan kadar besi dari 33 persen menjadi 53 persen. 

Namun, kadar tersebut masih perlu ditingkatkan hingga 56 persen agar dapat dimanfaatkan secara komersial sebagai bahan baku baja.


"Saat ini, riset MIND ID sudah berhasil meningkatkan dari 33 persen menjadi 53 persen. Untuk bisa dimanfaatkan secara komersial, membutuhkan kadar Fe, kadar besinya, 56 persen. Tinggal 3 persen," kata Arif kepada insan pers, Senin malam, 26 Oktober 2026.

Selain kadar besi, kandungan silika juga menjadi tantangan dalam pemanfaatan red mud. Material yang semula memiliki kadar silika sekitar 11 persen itu ditargetkan dapat diolah hingga kandungannya turun di bawah 6 persen.

"Jadi menaikkan 3 persen Fe, menurunkan silika 5 persen. Dari red mud yang semula menjadi limbah, akan menjadi produk bahan baku untuk bikin baja, ada tambahan profit. Yang semula biaya menjadi tambahan profit," ujarnya.

Menurut Arif, keberhasilan memenuhi kedua parameter tersebut menjadi salah satu faktor penting agar red mud dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri baja dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Pemanfaatan residu bauksit tersebut juga berpotensi memperluas penggunaan mineral yang terkandung di dalamnya, sehingga material yang sebelumnya menjadi limbah pengolahan dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku industri.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya