Berita

Foto Letda Infanteri Jihad Ahmad Al-Rasyid meninggal dunia di Markas Grup 2 Kopassus, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: Dok akun Instagram @penrem181pvt)

Pertahanan

Kematian Letda Inf. Jihad di Sukoharjo Akibat Ledakan Senjata, Bukan Penembakan

SELASA, 27 OKTOBER 2026 | 08:31 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memastikan penyebab meninggalnya Letda Infanteri Jihad Ahmad Al-Rasyid di Markas Grup 2 Kopassus, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kepala Penerangan (Kapen) Kopassus Kolonel Infanteri Indra Mardianto menjelaskan, peristiwa ini murni disebabkan oleh ledakan senjata api (senpi) jenis pistol di Gudang Senjata Grup 2 Kopassus.

”Kejadiannya pada hari Sabtu, 24 Oktober 2026, sekitar pukul 11.30 WIB,” kata Indra saat dikonfirmasi, Senin 26 Oktober 2026. 


Indra juga menepis informasi yang beredar di luar yang menyebutkan bahwa Letda Jihad meninggal dunia akibat ditembak oleh sesama prajurit TNI.

”Mengenai kejadian tersebut, memang ada korban meninggal dunia, namun kronologinya tidak seperti yang disebutkan dalam berita bahwa korban tewas ditembak,” jelas Indra.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di Gudang Senjata Grup 2 Kopassus, lanjut Indra, ledakan pistol tersebut terjadi akibat kelalaian dan ketidaksengajaan. Meski demikian, ia belum merinci kronologi lengkapnya dan memastikan bahwa fakta-fakta tersebut akan diungkap.

”Itu kejadiannya di gudang senjata, pistol meledak, murni unsur kelalaian dan ketidaksengajaan. Semuanya terekam di CCTV,” imbuhnya.

Nantinya, rekaman CCTV tersebut akan menjadi alat bukti yang kuat selama proses hukum yang kini ditangani oleh polisimiliter.

"Kasusnya akan dilimpahkan ke Denpom (Detasemen Polisi Militer) untuk proses penyidikan lebih lanjut,” pungkas Indra.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya