Berita

Kemenag dalam dialog "The Wonder of Harmony", di Jakarta, Senin 26 Oktober 2026 (Foto: RMOL/Reni Erina)

Nusantara

Rawat Harmoni, Kemenag Kaitkan Toleransi dengan Pembangunan Nasional

SENIN, 26 OKTOBER 2026 | 17:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan pentingnya menjaga kerukunan, toleransi, dan kedamaian sebagai modal untuk melanjutkan pembangunan nasional. 

Komitmen tersebut diperkuat melalui rangkaian program menjelang akhir 2026, mulai dari pelayanan bagi pemudik hingga pembinaan keluarga dan reintegrasi mantan narapidana terorisme.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan, periode November hingga Desember menjadi momentum penting untuk memperkuat keharmonisan di tengah masyarakat. Selain diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional pada 16 November, akhir tahun juga diwarnai perayaan Natal oleh umat Kristiani.


Menurut Abu, menjaga keharmonisan kehidupan beragama bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Kemenag, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh kementerian dan lembaga.

“Toleransi, kerukunan, dan kedamaian merupakan modal yang sangat penting dalam upaya kita untuk terus melanjutkan pembangunan nasional,” kata Abu saat menjelaskan tema kegiatan akhir tahun Kemenag, "The Wonder of Harmony: Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri", kepada media di Jakarta, Senin 26 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, tema tersebut membawa pesan agar masyarakat terus menjaga persatuan dan memperkuat kehidupan berbangsa. Semangat itu juga selaras dengan tema Hari Santri tahun ini yang memuat frasa “Menguatkan Negeri”.

Upaya memperkuat toleransi dan keharmonisan, lanjut Abu, sejalan dengan Asta Cita ke-8 Presiden dan Wakil Presiden, terutama dalam mendorong kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya serta meningkatkan toleransi antarumat beragama.

“Indonesia harus terus kita jaga, rawat, dan kuatkan,” ujarnya.

Untuk menerjemahkan semangat tersebut ke dalam kegiatan nyata, Kemenag menyiapkan sejumlah program yang menyasar kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah Masjid Ramah Pemudik yang akan dilaksanakan di berbagai daerah selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Program melalui Subdirektorat Kemasjidan ini dirancang untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan, termasuk menyediakan ruang beristirahat bagi pemudik. Inisiatif tersebut juga diharapkan membantu mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan selama perjalanan.

Selain itu, Kemenag menyiapkan bimbingan remaja usia nikah bersama organisasi kepemudaan dan mahasiswa. Program yang digarap Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan generasi muda dalam membangun rumah tangga.

Abu menyoroti penurunan angka pencatatan pernikahan dan kenaikan angka perceraian yang dinilainya perlu direspons melalui pembinaan secara konsisten. Pemahaman mengenai kehidupan rumah tangga perlu diperkuat sebelum seseorang memasuki jenjang perkawinan.

“Ini harus ada upaya-upaya yang terus dilakukan secara konsisten untuk memberikan pandangan, pembinaan, dan bimbingan kepada remaja usia nikah supaya mereka jauh lebih baik terkait dengan pemahaman mereka tentang kehidupan rumah tangga,” katanya.

Kemenag juga menjalankan program RECONNECT (Religious Counselor, Prison Rehabilitation and Community Reintegration) bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Polri, dan Kementerian Sosial.

Program tersebut diarahkan untuk mendukung reintegrasi mantan narapidana terorisme ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

Melalui berbagai program itu, Kemenag berupaya memperkuat kerukunan tidak hanya melalui pesan toleransi, tetapi juga lewat pelayanan publik, pembinaan keluarga, dan dukungan bagi proses kembali ke kehidupan bermasyarakat. 

Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda merawat harmoni sebagai fondasi persatuan dan keberlanjutan pembangunan nasional.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya