Berita

Konferensi pers di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin, 26 Oktober 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Pemerintahan

Bahlil Lahadalia:

Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura Tak Langgar Kontrak

SENIN, 26 OKTOBER 2026 | 14:32 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah Indonesia menegaskan pemangkasan ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) tidak melanggar kontrak. 

Menurut Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pengurangan sekitar 8 persen dari total ekspor gas melalui pipa itu disebut masih berada di bawah batas minimum yang diatur dalam kontrak.

"Jadi sekalipun ada pemotongan, tapi tidak ada pelanggaran kontrak, karena masih di bawah batas minimum," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Senin, 26 Oktober 2026. 


Bahlil menjelaskan, ekspor gas Indonesia ke Singapura melalui pipa mencapai sekitar 409,55 MMSCFD. Angka tersebut mencakup alokasi gas dari wilayah Natuna sebesar 15 MMSCFD dan Sumatra sebesar 16 MMSCFD yang menjadi bagian dari pengurangan pasokan.

Bahlil menyebut, batas kontrak minimum berada di kisaran 91-92 MMSCFD. Menurutnya, pemangkasan yang dilakukan pemerintah masih dalam batas tersebut, sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai pelanggaran kontrak.

"Batas kontrak minimum kita sekitar 91-92. Kita baru 8 persen, kecuali kita potong 10 persen baru melanggar kontrak,"  kata Bahlil.

Ia menegaskan, kebijakan pengurangan ekspor dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri, tanpa mengabaikan komitmen yang telah disepakati dengan Singapura.

"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, negara kita adalah negara yang menghargai kontrak, aturan. Jadi jangan ajari Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga, menghargai kontrak," kata Bahlil.

Selain melalui pipa, Indonesia juga memasok gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) ke Singapura sebanyak 146 kargo, setara sekitar 1.400 MMSCFD.

"Pemerintah Indonesia sangat menghargai. Indonesia terlalu baik, menghargai kontrak," pungkas Bahlil.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya