Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bursa

IHSG Sesi I Anjlok di Tengah Tekanan Pasar Global

SENIN, 26 OKTOBER 2026 | 12:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan tak mampu bertahan setelah tekanan jual menyeret indeks ke zona merah. 

Pada akhir sesi I, Senin, 26 Oktober 2026, IHSG merosot 1 persen ke level 5.384,97, terkoreksi 54,29 poin.

IHSG sempat dibuka di level 5.442,30 dan menyentuh posisi tertinggi harian 5.453,65. Namun, indeks berbalik melemah hingga menyentuh level terendah 5.349,75 menjelang pukul 10.00 WIB. Setelah itu, pergerakan IHSG cenderung terbatas di kisaran 5.370-5.390. Nilai transaksi mencapai Rp7,25 triliun dengan volume perdagangan 181,92 juta lot.


Tekanan melanda seluruh indeks sektoral, tanpa ada satu pun sektor yang bertahan di zona hijau. Sektor infrastruktur mencatat penurunan terdalam sebesar 1,59 persen, disusul teknologi yang melemah 1,54 persen dan kesehatan turun 1,25 persen. Kondisi ini menunjukkan pelemahan terjadi secara luas di pasar saham domestik.

Pelemahan pasar terjadi di tengah padatnya agenda ekonomi global yang berpotensi memengaruhi keputusan investasi. Selain perkembangan geopolitik, investor akan mencermati arah kebijakan China, keputusan suku bunga sejumlah bank sentral, serta data pertumbuhan ekonomi dan inflasi negara-negara utama.

Dari China, investor menunggu hasil Sidang Pleno Kelima Partai Komunis China pada 26-29 Oktober 2026, yang membahas arah kebijakan ekonomi dan industri. Pasar juga akan mencermati data laba industri China periode Januari-September yang dirilis Selasa, 27 Oktober 2026.

Perhatian pasar juga tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Rabu, waktu Amerika Serikat (AS). Suku bunga diperkirakan bertahan di kisaran 3,75-4,00 persen. Namun, pernyataan bank sentral AS mengenai inflasi dan arah kebijakan berikutnya dapat memicu perubahan sentimen investor terhadap saham, terutama di negara berkembang.

Selain itu, keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis dan Bank Sentral Jepang (BOJ) pada Jumat mendatang, serta data pertumbuhan ekonomi zona euro, turut menjadi perhatian.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya