Gelaran Indonesia Creative Connect (ICC) 2026 di Gedung Film Pesona Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta (Foto: Istimewa)
Indonesia Creative Cities Network (ICCN) memperkuat koordinasi dan konsolidasi jejaring ekonomi kreatif (ekraf) di berbagai daerah melalui Indonesia Creative Connect (ICC) 2026 yang digelar di Gedung Film Pesona Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Minggu sore, 25 Oktober 2026.
Forum tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi program, menghimpun aspirasi daerah, serta merumuskan langkah strategis agar pengembangan ekonomi kreatif dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ketua Umum ICCN Fiki Satari mengatakan, jejaring organisasinya kini telah menjangkau 277 kabupaten dan kota di Indonesia. Jangkauan itu menjadi modal untuk memperluas pertukaran gagasan dan memperkuat keterhubungan komunitas kreatif lintas daerah.
"ICCN sudah 277 kabupaten/kota, update-nya. Dari forum lintas komunitas di kabupaten/kota hadir secara online," ungkap Fiki, dikutip Senin, 26 Oktober 2026.
Menurut Fiki, penguatan kelembagaan menjadi salah satu agenda penting dalam konsolidasi tersebut. Sebanyak 38 koordinator daerah yang mewakili provinsi turut membahas perkembangan ekosistem kreatif di wilayah masing-masing, mengevaluasi program sepanjang 2026, serta menyusun arah pengembangan organisasi.
Rangkaian kegiatan juga mencakup rapat koordinasi nasional, rapat anggota luar biasa, dan rapat anggota tahunan koperasi multipihak ICCN.
"Kalau misalnya kelembagaannya kuat, akan lebih mudah lagi mengakselerasi program. Program sudah banyak ide gagasan, penguatan kelembagaan dilakukan di hari pertama, hari kedua tentunya belanja ide gagasan baru," tegas Fiki.
Forum tersebut juga menghadirkan pemangku kebijakan, termasuk Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, serta sembilan kepala dan wakil kepala daerah.
Kehadiran berbagai pihak itu diharapkan memperluas dialog mengenai kebutuhan ekosistem kreatif daerah dan membuka peluang kolaborasi untuk menerjemahkan gagasan menjadi program yang relevan dengan potensi lokal.
Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Firmansyah, menilai kolaborasi pemerintah dengan ICCN penting untuk memastikan kebijakan ekonomi kreatif menjawab kebutuhan pelaku di daerah.
“Pemerintah itu harus hadir bukan hanya memastikan bahwa pembentukan kebijakan itu hadir, tapi harus memastikan bahwa kebijakan yang dihadirkan oleh pemerintah itu benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh ekosistem yang ada,” tegasnya.
Selain konsolidasi nasional, ICCN turut berpartisipasi dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 melalui kegiatan Suara Ekraf Indonesia, Dari Daerah untuk Dunia. Partisipasi tersebut menjadi sarana membawa perspektif dan aspirasi daerah ke forum yang lebih luas.