Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: X)

Global

Putin Murka Rusia Dituding Dalangi Demo Massal di Eropa

SENIN, 26 OKTOBER 2026 | 10:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Rusia Vladimir Putin membantah tudingan bahwa Moskow memprovokasi gelombang demonstrasi massal di sejumlah kota besar Eropa. 

Menurutnya, tuduhan tersebut berlebihan dan mencerminkan kecenderungan para pemimpin Eropa untuk menyalahkan pihak luar atas gejolak yang terjadi di negara mereka.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Rusia, VGTRK, Putin mengaku terkejut karena sejumlah pejabat Eropa awalnya mengaitkan demonstrasi tersebut dengan kebijakan pemerintahan Amerika Serikat dan dukungannya terhadap kelompok sayap kanan.


"Segera muncul klaim bahwa peristiwa yang terjadi di Eropa adalah akibat dari aktivitas pemerintahan Amerika saat ini dan dukungannya terhadap partai dan gerakan sayap kanan," kata Putin, dikutip Senin, 26 Oktober 2026.

Putin kemudian menjadi lebih terkejut ketika para pemimpin Eropa kembali mengarahkan tuduhan kepada Rusia. 

"Namun mereka dengan cepat tersadar dan beralih ke tuduhan tradisional mereka terhadap Federasi Rusia," ujarnya.

Menurutnya, tudingan bahwa Rusia menggerakkan demonstrasi di kota-kota besar Eropa tidak masuk akal. 

"Reaksi pertama saya ketika melihat ini adalah terkejut, karena mengatakan bahwa kita memprovokasi protes massal di kota-kota besar Eropa adalah tindakan yang berlebihan, yang menurut saya sudah jelas bagi warga biasa di negara-negara Eropa," tuturnya.

Dia menyebut tuduhan tersebut menunjukkan keengganan sebagian pemimpin Eropa untuk mengidentifikasi akar persoalan yang memicu ketidakpuasan masyarakat. 

"Ini buruk. Mengapa? Karena itu berarti mereka tidak menganalisis peristiwa, tidak mencari penyebab dari apa yang terjadi, tetapi hanya mengalihkan kesalahan kepada seseorang, pertama AS, sekarang Rusia," tegas Putin.

Pernyataan Putin muncul di tengah demonstrasi yang dipimpin mahasiswa di Prancis dan gejolak di sejumlah negara Eropa lainnya.

Pada 21 Oktober 2026, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menuding para demonstran memanfaatkan narasi bermusuhan yang berasal dari Rusia, Tiongkok, Iran, serta gerakan MAGA di Amerika Serikat. 

Kremlin berulang kali membantah keterlibatan Moskow. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada 19 Oktober bahkan menyebut tuduhan tersebut "absurd", sementara Presiden AS Donald Trump mengaitkan gejolak di Eropa dengan dampak migrasi massal.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya