Ketua Komisi III DPR RI Habiburrokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)
Komisi III DPR RI mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang turun langsung memimpin pemberantasan jaringan narkoba di Tanah Air.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai langkah tersebut menunjukkan keseriusan Polri dalam memerangi peredaran narkoba, mulai dari pembongkaran fasilitas produksi hingga penindakan terhadap jaringan pengedar di berbagai daerah.
"Selaku Ketua Komisi III DPR RI, saya mengacungi jempol dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Suyudi yang langsung tancap gas, 'gas pol' memimpin sendiri perang melawan jaringan narkoba di Tanah Air,” tegasnya kepada wartawan, Senin, 26 Oktober 2026.
Menurut Legislator Gerindra ini, pemberantasan narkoba tidak sekadar menyangkut penegakan hukum dan penangkapan pelaku kejahatan, tetapi juga upaya melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari bahaya narkotika.
"Langkah agresif Kapolri yang turun langsung ke lapangan ini adalah prestasi yang luar biasa. Kita harus melihat bahwa apa yang dilakukan oleh jajaran Kepolisian di bawah komando beliau bukan semata-mata soal penegakan hukum atau penangkapan pelaku kejahatan, melainkan sebuah misi kemanusiaan besar yang secara nyata menyelamatkan jutaan warga negara dan generasi muda kita dari kehancuran,” katanya.
Habiburokhman pun menyoroti sejumlah langkah penindakan yang dilakukan Polri, di antaranya pembongkaran pabrik narkoba di Pidie, Aceh, pengungkapan fasilitas produksi tramadol ilegal lintas provinsi, hingga penggerebekan lokasi peredaran narkoba di sejumlah kampung.
"Gebrakan Kapolri ini terbukti nyata dan tidak pandang bulu, menyasar dari hulu hingga ke hilir. Kita melihat sendiri bagaimana ketegasan Polri dalam membongkar pabrik narkoba di Pidie, Aceh, membabat habis pabrik-pabrik produksi tramadol ilegal yang beroperasi lintas provinsi, hingga keberanian menyisir dan menggerebek langsung sarang-sarang peredaran di berbagai kampung narkoba yang selama ini kerap dianggap sulit disentuh,” ujarnya.
Habiburrokhman menilai, keterlibatan langsung Kapolri dalam operasi pemberantasan narkoba juga menjadi sinyal bahwa negara tidak boleh kalah dari sindikat narkotika. Langkah tersebut diharapkan mendorong seluruh jajaran kepolisian di daerah bergerak dengan komitmen yang sama.
"Keberanian Kapolri memimpin langsung operasi-operasi besar ini memberikan pesan yang sangat kuat: negara hadir dan tidak boleh kalah dengan sindikat narkoba. Langkah ini juga otomatis membakar semangat seluruh jajaran kepolisian di daerah untuk bergerak dengan frekuensi dan kecepatan yang sama,” tuturnya.
Lebih jauh, Habiburokhman menegaskan Komisi III DPR RI mendukung komitmen Polri dalam memberantas narkoba. Ia meminta penindakan terus dilakukan hingga menyasar jaringan utama dan bandar besar.
"Komisi III DPR RI mendukung penuh komitmen tanpa kompromi dari Kapolri Suyudi. Kami meminta Polri terus mempertahankan ritme 'gas pol' ini, menyikat habis seluruh jaringan hingga ke akar-akarnya dan para bandar besarnya, demi masa depan anak bangsa yang bersih dari narkoba,” pungkasnya.