Berita

Ilustrasi

Bursa

Pasar Asia Dibuka Merah Jelang Keputusan Suku Bunga

SENIN, 26 OKTOBER 2026 | 08:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pergerakan bursa Asia mengawali pekan dengan arah yang beragam. Investor cenderung berhati-hati menjelang keputusan suku bunga sejumlah bank sentral utama dunia, di tengah perhatian terhadap agenda politik ekonomi China dan perkembangan situasi di Timur Tengah.

Pada pembukaan perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, indeks Nikkei 225 melemah 0,2 persen, sementara Topix menguat 0,37 persen. 

Tekanan juga terlihat di bursa Korea Selatan. Indeks Kospi turun 0,3 persen, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq mencatat pelemahan lebih dalam sebesar 1,18 persen.


Di Australia, indeks S&P/ASX 200 terkoreksi 0,26 persen. 

Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan di level 23.110, sedikit di atas penutupan sebelumnya di 23.093,37. Pergerakan kontrak berjangka tersebut mengindikasikan potensi pembukaan yang relatif stabil di bursa Hong Kong.

Pelaku pasar kini mencermati sejumlah agenda penting yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan global sepanjang pekan ini. Salah satu perhatian utama adalah keputusan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed), Bank Sentral Eropa (ECB), dan Bank Sentral Jepang (BOJ).

The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunganya pada Rabu waktu AS, disusul ECB pada Kamis dan BOJ pada Jumat. Keputusan ketiga bank sentral tersebut akan menjadi perhatian investor untuk memperkirakan arah kebijakan moneter dan dampaknya terhadap pasar keuangan.

Selain kebijakan suku bunga, investor juga memantau sidang pleno kelima China serta perkembangan situasi di Timur Tengah.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya